Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Polres Kudus Bakal Panggil Pengusaha Galian C Ilegal di Klumpit

0 171

MURIANEWS.com, Kudus – Kepolisian Resor Kudus dalam waktu dekat bakal memanggil para pengusaha penambangan tanah (Galian C) ilegal di Dukuh Santren, Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kudus. Panggilan ini menyusul adanya laporan dari Satuan Polisi Pamong Praja terkait hal tersebut.

“Kami akan panggil secepatnya,” ucap Kapolres Kudus AKBP Saptono.

Pemanggilan ditujukan untuk mencari jalan keluar bersama atas permasalahan tersebut. Hanya, untuk pemangilan pertama, pihaknya ingin mengetahui bagaimana kesepakatan yang telah terjalin sebelumnya, antara warga, Pemdes, serta pihak pengusaha.

“Kami akan cari tahu dulu bagaimana kesepakatan awalnya,” lanjutnya.

Langkah tersebut diambil guna menghindari konflik yang bisa saja semakin menjadi karena tak adanya penengah. Sehingga bisa saja menimbulkan keresahan yang berkepanjangan karena masalah ini.

“Kami akan coba tangani, kami tidak ingin ini berkepanjangan,” terangnya.

Sementara, Kepala Desa Klumpit Kecamatan Gebog Subadi menyebut penambangan tanah atau galian C ilegal yang berlokasi di blok Sialas Dukuh Santren Desa Klumplit telah merusak jalan desa dan saluran air yang telah dibangun.

“Mereka merusak ekosistem dan membuat warga terganggu,” ucapnya.

Ia pun membeberkan jika galian tersebut sempat ditindak oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan alat kerjanya dibawa ke kantor perwakilan di Pati. Saat itu cukup lama tidak beroperasi.

“Sekarang kok muncul lagi, saya harap ini ada penyelesaian masalahnya,” terangnya.

Seperti diketahui, alian C ilegal di Desa Klumpit, Gebog, Kudus, belakangan ini mulai diresakahkan oleh warga setempat. Selain karena menimbulkan polusi udara akibat tanah yang bececeran, truk juga dinilai merusak lahan.

Warga mulai tidak betah dan resah karena adanya penambangan tanah yang diduga ilegal tersebut. Terutama saat puluhan truk melintas secara bersamaan di pemukiman warga dan menyebabkan polusi.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.