Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Sekda Jateng Emoh Dievaluasi untuk Perpanjangan Jabatan

MURIANEWS.com, Semarang – Sri Puryono akan melepas jabatannya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng pada 24 Oktober 2019 mendatang. Ini dilakukan lantaran Sri Puryono sudah menjabat sebagai sekda selama lima tahun.

Sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Peraturan MenPAN-RB Nomor 15 Tahun 2019 tentang Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi, masa jabatan sekda hanya lima tahun.

Meski demikian menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jateng Wisnu Zaroh, setelah lima tahun, jabatan sekda bisa diperpanjang. Namun syaratnya, harus ada evaluasi terhadap kinerja saat menjabat dan kompetensinya.

”Ketentuan undang-undang memang jabatan sekda dibatasi lima tahun. Karena Pak Sri Puryono dilantik 24 Oktober 2014, sehingga 24 Oktober mendatang genap lima tahun. Dan sebenarnya bisa diperpanjang dengan adanya evaluasi,” katanya, Rabu (23/10/2019).

Ia menyatakan, berbekal ketentuan itu pihaknya pun mengajukan nota kepada gubernur untuk dilakukan evaluasi. Namun menurutnya, dua kali nota dikirim selalu ditolak oleh Sri Puryono.

“Nota dinas itu kan dari BKD ke gubernur harus melewati sekda. Ketika sampai sekda, kami dipanggil dan di situ beliau menyatakan tidak bersedia dievaluasi saat itu,” kata Wisnu.

Wisnu Zaroh menyebut, nota pertama dikirimkan pada Februari 2019. Saat itu Sri Puryono menyatakan menolak evaluasi. Bergitu juga dengan nota yang dikirim pada Maret 2019.

Menurutnya, nota kedua tetap dikirimkan lantaran ketentuan undang-undang harus ada proses evaluasi.

“Beliau menolak dievaluasi. Padahal peraturannya evaluasi dilaksanakan maksimal tiga bulan sebelum masa jabatan berakhir. Evaluasi ini juga butuh penyiapan tim, karena ada ketentuan khususnya juga. Karena waktu mepet, kita kirim surat lagi, tapi dikembalikan lagi,” ujarnya.

Menjelang berakhir masa jabatannya, Sri Puryono justru mengirim dua nota dinas kepada gubernur tertanggal 21 Oktober 2019. Nota dinas pertama berisi permohonan izin cuti besar selama tiga bulan dari 25 Oktober 2019 hingga 24 Januari 2020.

Sedangkan nota dinas kedua berisi permohoan alih jabatan dari sekda ke dosen pada Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Sehingga mulai 25 Oktober 2019 mendatang, Sri Puryono tak lagi ngantor di Pemprov Jateng.

“Pemberhentiannya sebagai sekda baru akan resmi beberapa hari lagi, karena masih menunggu SK Presiden. Gubernur akan menunjuk Plh sebelum mengajukan penjabat sekda ke Mendagri,” terangnya.

Penjabat sekda ini menurutnya, memiliki kewenangan setara sekda. Salah satu tugas pentingnya adalah mengawal seleksi terbuka pemilihan sekda definitif.

Ia juga memastikan, jika sekda tidak diganti secara mendadak. Melainkan karena masa jabatan sudah habis, dan Puryono menolak untuk dievaluasi guna perpanjangan jabatan.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...