Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemprov Jateng Didesak Naikkan Insentif Guru Ngaji

MURIANEWS.com, Semarang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah sejak tahun ini memberikan insentif kepada ribuan guru ngaji baik di madrasah diniyah maupun pondok pesantren. Nilainya, Rp 1,2 juta per tahun atau Rp 100 ribu tiap bulan.

Kalangan DPRD Jawa Tengah mendesak agar meningkatkan nilai insentif untuk para guru ngaji tersebut. Desakan ini disuarakan Ketua Fraksi PKB DPRD Jateng Sarif Abdillah, Rabu (23/10/2019).

Ia mengatakan, guru madrasah dan ponpes sangat berperan penting dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia di provinsi ini. “Atas dasar itu keberadaan mereka harus mendapat apresiasi. Salah satunya dengan meningkatkan insentif bagi mereka,” ujarnya.

Menurutnya, untuk memperjuangkan peningkatan insentif guru ngaji ini, pihaknya telah menugaskan anggota fraksi untuk membangun komunikasi bersama eksekutif. “Selanjutnya merumuskan mekanisme lebih lanjut dan mengawalnya secara serius,” katanya.

Sarif melanjutkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015, jumlah santri di Jawa Tengah mencapai 507.853 orang.

“Ini merupakan jumlah yang cukup besar dalam menentukan tingkat indeks pembangunan manusia (IPM) dan angka partisipasi kasar (APK) Jawa Tengah. Dari angka ini pasti ada peran-peran besar dari para guru yang ada,” sebutnya.

Sarif menegaskan, guru ngaji merupakan garda terdepan pembangunan karakter anak Indonesia. Pendidikan karakter dan nilai-nilai nasionalisme, jelas Sarif, saat ini menjadi prioritas dalam membangun SDM.

Baca juga:

Sehingga generasi ke depan benar-benar menjadi generasi yang tidak hanya menguasai aspek kognitif saja. “Aspek afektif, psycomotorik, juga harus mendapatkan perhatian dari negara,” tandasnya.

Sebelumnya Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyatakan, program pemberian insentif untuk guru ngaji akan dilanjutkan di 2020.

Pada tahun 2019 pihaknya mengucurkan anggaran sebesar Rp 205 mliar untuk program tersebut. Sedangkan untuk tahun 2020 sudah tercatat sebanyak 211.000 guru ngaji yang bakal menerima insentif Rp 100 ribu per bulan dan dibagikan setiap tiga bulan sekali melalui rekening tabungan.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...