Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tekan Angka Pelanggaran Lalulintas, Polres Kudus Gelar Operasi Zebra Selama 12 Hari

MURIANEWS.com, Kudus – Polres Kudus bakal menggelar Operasi Zebra Candi 2019 selama 12 hari ke depan. Operasi sendiri diawali dengan apel gelar pasukan di halaman Mapolres Kudus, Rabu(23/10/2019) pagi.

Operasi dipimpin langsung oleh Kapolres Kudus AKBP Saptono dan diikuti semua unsur, meliputi Polres Kudus, Kodim 0722/Kudus, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus.

Ditemui usai acara, AKBP Saptono menjelaskan semua unsur telah siap melakukan operasi penertiban lalu lintas 2019. Operasi akan dilakukan mulai hari ini hingga 3 November 2019.

“Tujuan utamanya adalah untuk menekan angka pelanggaran lalulintas,” lanjutnya.

Selain itu, ia juga berharap angka kecelakaan lalu lintas juga bisa berkurang. Mengingat kebanyakan penyebab kecelakaan lalulintas bermula dari pelanggaran lalu lintas. “Jadi tujuan utamanya adalah mengarah kesana,” lanjutnya.

Sedang operasi akan dilakukan secara berkala, acak, dan tentunya sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku. Pelaksanaan operasi akan di titik beratkan dan dilaksanakan di ruas jalan yang sering ditemui pelanggaran lalu lintas.

“Atau yang disebut black spot,” lanjutnya.

Operasi Zebra 2019 juga diharapkan kembali menjadi momen masyarakat Kudus untuk memulai tertib berlalu lintas.  Setelah sebelumnya dilakukan Operasi Patuh Candi pada September lalu.

“Mengingat keselamatan sebenarnya tidak hanya untuk petugas, melainkan demi pengguna jalan sendiri. Mari mulai tertib berlalu lintas dari diri sendiri,” tandasnya.

Sementara Kasat Lantas Polres Kudus AKP Galuh Pandi menjelaskan, dari gelaran operasi-operasi sebelumnya, ratusan pelanggar telah terjaring. Kebanyakan pelanggaran selama ini didominasi pada pelanggaran kelengkapan. Seperti tidak memakai helm, serta kelengkapan kendaraan yang tidak lengkap.

“Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) juga biasanya,” terangnya.

Untuk rentan usia sendiri masih didominasi dari kalangan pelajar hingga pegawai atau pekerja. Oleh karena itu pihaknya akan menambah pendekatan preventif dengan menyosialisasikan tertib berlalu lintas di sekolah-sekolah maupun pabrik-pabrik.

“Guru juga kami imbau untuk tidak menganjurkan anak didiknya tidak menggunakan sepeda motor jika belum punya SIM,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...