Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Galian Drainase di Jalan Menur Kudus Dikeluhkan Warga

MURIANEWS.com, Kudus – Galian drainase di Jalan Menur Kudus dikeluhkan warga. Mereka menyayangkan galian drainase di sisi kanan dan kiri jalan yang dikerjakan secara bersamaan. Mereka khawatir pengguna jalan kesulitan saat berpapasan dengan kendaraan lain hingga mengakibatkan kecelakaan.

Keluhan tersebut bahkan diunggah di media sosial, Facebook. Akun Yudho Rio Pasya mengunggah keluhan pembangunan galian drainase lengkap dengan foto.

Galian untuk drainase kiri dan kanan dilaksanakan di waktu yang bersamaa? Wow!! Terus gak ada pengaman di sepanjang galian.. Apa K3 nya gak Jalan? Dan menyisakan jalan yang cuman beberapa meter untuk pembayaran pajak. Menurut saya ini beresiko accident. Semoga aja yang saya khawatirkan tidak terjadi. Dan kira-kira sesuai dengan metode pelaksanaan dipenawaran protek gak ya?” tulis Yudhi Rio Pasya.

Unggahan tersebut langsung menuai beragam komentar. Ada yang menanyakan perencanaan dan pengawasan galian drainase tersebut. Hal ini seperti yang dituliskan oleh akun Hariyawan Agung Wahyudi.

Perencanaan dan pengawasannya ngapain itu?” tulisnya.

Selain Hariyawan Agung Wahyudi, akun Deka Hendratmanto juga ikut berkomentar. Ia bahkan menandai akun Sekda Kudus Sam’ani Intakoris untuk memberikan arahan kepada pihak terkait. Sehingga para pembayar pajak tetap aman dan nyaman melintas di ruas jalan.

Mohon Pak Samani Intakoris. Mohon arahan ke pihak terkait agar para pembayar pajak bisa tetap aman dan nyaman melintas di ruas jalan ini,” tulisnya.

Salah satu screen shot postingan warga di media sosial Facebook terkait pembangunan drainase di Jalan Menur, Kudus. (MURIANEWS.com)

Selain itu, ia beranggapan bahwa khusus di Kudus harus membuat SOP khusus proyek. Dalam SOP itu apakah sudah memperhatikan hak-hak para pengguna jalan atau belum .

ya. Kudune ngono. Sorry to say, negeri iki khususon Kudus perlu membuat SOP khusus utk proyek. Kalau toh ana, perlu dicek. Apa SOP wes merhatekna hak2 para pengguna jln atau blm. Maap Pak Samani, kalau dinilai terlalu tinggi (spt seorg pejabat mengatakan ke sy) bbrp wkt lalu.

Di belanda yg ibaratnya “ibu tiri” kita, setiap kali ada pekerjaan di jln, pemerintah sgt detil memperhatikan kenyamanan pengguna jln. Bahkan pemerintah tetap membuatkan jalur sepeda & pejalan kaki smtr selama proyek berlangsung.

Pemerintah tetap bs melayani warganya. Di sisi lain, para oembyr pajak tetap nyaman melintas tanpa terganggu debu akibat tanah proyek dll. Jalanan tetap clean.

Sy mendukung bpk utk memperbaiki sedikit demi sedikit kota ini. Demi mewujudkan impian sy pribadi & jg insya Allah sebagian bsr warga kds, agar kota ini menjd rumah besar yg semakin nyaman dihuni.

Bkn rumah yg selalu kotor. Rumah yg begini2 sj tanpa ada perubahan yg berarti spt yg sy & sebagian warga rasakan selama 20 th terakhir. Suwun,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Tata Bangunan dan Drainase Harry Wibowo mengatakan, pekerjaan di Jalan Menur memang terdapat dua pekerjaan, baik di sisi kanan dan di sisi kiri. Itu karena pekerjaan tersebut menggunakan dua anggaran yang berbeda. Yakni anggaran dari Bangub dan anggaran dari APBD.

“Kita tarik dari awal. Sebenarnya untuk jalan Menur kami sempat mengusulkan di Bangub. Karena lama tak ada kabar, kami khawatir tidak di-acc. Akhirnya APBD menganggarkan duluan. Ternyata yang provinsi kita juga turun. Sehingga pembangunan ada di dua sisi,” terangnya.

Atas dasar itu, mau tidak mau pihak dinas harus mengkerjakan proyek tersebut. Terlebih jalan Menur tersebut, dinilai prioritas pembangunan. Karena saat hujan genangan air terbilang parah.

Untuk itu, ia meminta agar masyarakat bersabar. Terlebih lagi, pekerjaan tersebut dikerjakan oleh PUPR. “Harapan masyarakat harus bersabar sedikit. Kita akan menuntaskan pekerjaan itu,” pungkasnya.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...