Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Dua Terdakwa Kasus Dugaan Penggelapan Dana Yayasan UMK Dituntut 3,5 Tahun

MURIANEWS.com, Kudus – Dua terdakwa kasus dugaan penggelapan dana yayasan pembina Universitas Muria Kudus (UMK), Lilik Riyanto (mantan bendaraha) dan Zamhuri (mantan manajer/pelaksana yayasan pembina UMK) dituntut 3,5 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Hal ini setelah pelaksanaan persidangan pembacaan tuntutan oleh JPU di Pengadilan Negeri Kudus, Selasa (22/10/2019). Sidang sendiri, dipimpin langsung Ketua Majelis Singgih Wahono, Hakim Anggota Edwin Pudhoyono dan Hakim Anggota Dedy Adi Saputra. Selain itu juga, dari JPU Kejari Kudus, Kurnia Dewi Makatitta.

Dalam tuntutan yang dibacakan JPU Kejari Kudus, Kurnia Dewi Makatitta, dua terdakwa dianggap melanggar melanggar Pasal 378 KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Oleh karena itu, JPU meminta majelis hakim menghukum kedua terdakwa dengan pidana penjara selama tiga tahun, enam bulan.

“Dari kedua terdakwan itu sama-sama dituntut tiga tahun enam bulan penjara,” kata dia kepada awak media selepas persidangan di PN Kudus.

Sementara itu, dalam persidangan itu majelis hakim mempersilahkan kedua terdakwa untuk menyusun pembelaan. Keduanya akan melakukan pembelaan, meskipun keduanya tidak didampingi oleh seorang pengacara. Keduanya akan menyampaikan pembelaan pada Kamis (24/10/201) lusa.

Juru bicara PN Kudus Edwin Pudhoyono mengatakan, kedua terdakwa kasus dugaan penggelapan dana yayasan UMK akan mengajukan pembelaan. Rencananya sidang pembelaan akan dilanjutkan pada hari Kamis lusa.

“Untuk sidang pembelaan diagendakan pada hari Kamis lusa,” tambahnya.

Seperti diketahui, dalam kasus tersebut, ada dua terdakwa atas dugaan penggelapan tersebut. Yakni terdakwa pertama Lilik Riyanto sebagai eks bendahara umum yayasan pembina dan Zamhuri sebagai eks manajer/pelaksana yayasan pembina Universitas Muria Kudus.

Keduanya diduga telah melakukan melawan hukum dengan memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain. Yakni melakukan pembelian sembilan bidang tanah di Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus tanpa melalui rapat pengurus dan tidak meminta persetujuan pembina, dengan harga sebesar Rp 12,70 miliar.

Akibat perbuatan para terdakwa, Yayasan Pembina Universitas Muria Kudus mengalami kerugian sebesar Rp 2,84 miliar.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...