Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jika PLTU TJB Jepara Mandek Beroperasi, 5 Juta Pelanggan Akan Terdampak

0 3.381

MURIANEWS.com, Jepara – PLN Pembangkitan Tanjung Jati B Jepara, menggelar forum Multi Stake Holders (MSH) 2019, Selasa (22/10/2019). Selain digunakan untuk bersilahturahmi, kegiatan ini juga digunakan untuk menjaring aspirasi masyarakat secara langsung.

GM (General Manager) PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan Tanjung Jati B, Koman Parmita menyatakan, pihaknya berharap bisa terus memberikan pelayanan terbaik. Forum MSH 2019 adalah upaya pihaknya untuk menjalin komunikasi sekaligus mendapatkan masukan dari seluruh stake holders yang ada.

PLTU TJB sendiri merupakan salah satu objek vital nasional yang ada di Jepara. Keberadaan dan keberlangsungannya harus dijaga bersama seluruh pihak.

“Kami tentu butuh masukan dari semua pihak, untuk bisa semakin meningkatkan pelayanan kami. Melalui forum inilah kami berharap bisa mendapatkan masukan-masukan tersebut,” ujarnya.

Dijelaskannya, sebagai objek vital nasional PLTU TJB yang berkapasitas 2.600 MW, memasok 12 persen dari kebutuhan listrik di Jawa-Bali. Pasokan ini memberi pasokan untuk sekitar 4 juta sampai 5 juta pelanggan.

Sehingga menurut dia, keberlanjutan dan keberlangsungan PLTU TJB sangat diperlukan. PLTU TJB harus dijaga dan selalu diamankan. Hal ini membutuhkan sebuah partisipasi dari se

mua pihak, untuk bisa mewujudkannya.

“Bisa dibayangkan, jika PLTU TJB saat ini tiba-tiba harus mandek beroperasi. Dampaknya akan ada 4 juta sampai 5 juta pelanggan yang akan terdampak. Bisa dibayangkan bagaimana dampak yang akan terjadi,” ujar Komang Parmita.

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah Sudjarwanto Dwi Admoko mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh manajemen PLTU TJB . Forum seperti ini, yang disertai dengan pemetaan stake holders akan sangat membantu dalam pengambilan kebijakan pelayanan.

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.