Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Magelang dan Dieng Dihajar Angin Ribut, Ratusan KK Mengungsi

Ucapan Pelantikan Bupati Jepara Pemkab PC
0 5.431
Ucapan Pelantikan Bupati Kodim Jepara PC

MURIANEWS.com, Magelang – Ratusan kepala keluarga (KK) di Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Senin (21/10/2019) pagi terpaksa meninggalkan rumah untuk mengungsi. Ini terjadi setelah daerah tersebut diterjang angin kencang sejak Minggu (20/10/2019) sore hingga pagi tadi.

Pasalnya, akibat angin kencang itu rumah-rumah warga mengalami kerusakan dan pohon-pohon bertumbangan. Di dua desa di Kecamatan Pakis saja, yakni di Desa Ketundan dan Desa Pogalan, setidaknya jumlahnya sudah ratusan KK yang mengungsi.

Di Desa Ketundan, berdasarkan catatan pemerintah desa setempat ada 447 KK yang mengungsi. Dikutip dari detik.com, mereka mengungsi di empat lokasi.

Daryono, Plt Kepala Desa Ketundan mengatakan, 447 KK yang mengungsi tersebut berasal dari tiga dusun. Mereka mengungsi di kantor balai desa, rumah perangkat desa dan rumah warga yang aman.

”Akibat bencana itu, ada lima rumah roboh. Hampir semua rumah mengalami kerusakan, terutama bagian atap,” katanya.

Selain itu menurut dia, sejak semalam pukul 22.00 WIB aliran listrik ke desa tersebut juga terputus. Sehingga warga harus menggunakan alat seadanya dan genset untuk penerangan.

Sementara di Desa Pogalan, berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magelang ada 70 KK yang mengungsi di Puskesmas Pakis.

“Mereka yang mengungsi dari Dusun Kenditan dan Cetokan Desa Pogalan, Kecamatan Pakis,” kata Kepala BPBD Magelang Edy Susanto dilansir AntaraJateng.

Edy mengatakan angin kencang terjadi sejak Minggu (20/10/2019) sore dan sampai sekarang masih berlangsung.

“Berdasarkan keterangan warga angin ribut mulai kemarin sore sekitar pukul 17.00 WIB dan sekitar pukul 20.00 WIB angin bertambah besar,” ujarnya.

Menurutnya, akibat angin kencang tersebut sejumlah rumah mengalami kerusakan di bagian atap, selain itu juga banyak pohon tumbang. Hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendataan rumah rusak.

Ia mengatakan petugas BPBD bersama masyarakat melakukan penanganan pohon tumbang. “Data masih terus berkembang, karena angin kencang masih berlangsung,” terangnya.

Selain di Magelang, angin rebut juga dilaporkan terjadi di sejumlah daerah di kawasan Dataran Tinggi Dieng. Salah satunya di Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Atap-atap rumah warga di beberapa desa rusak dan pohon bertumbangan akibat bencana ini.

“Bahkan sampai saat ini anginnya masih kencang. Mulainya kemarin sore, tapi yang paling kencang sekitar pukul 20.00 WIB,” ujar Imron Rosyadi, Camat Batur.

 

Penulis: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha
Sumber: AntaraJateng, detik.com

Ucapan Pelantikan Bupati Jepara Banner PC

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.