Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sidang Kasus OTT Bupati Kudus

Agus Kroto dan Istri Sofhian Juga Dihadirkan KPK di Pengadilan Tipikor

0 593

MURIANEWS.com, Semarang – Tersangka lain kasus suap jual beli jabatan di lingkup Pemkab Kudus, Agus Soeranto alias Agus Kroto tiba di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (21/10/2019). Ia datang bersama rombongan penyidik KPK, lengkap dengan rompi oranyenya.

Agus Kroto dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Akhmad Shofian. Tak hanya Agus Kroto, istri Shofian, Rini Kartika Hadi juga terlihat nampak berjalan menuju ruang sidang. Hanya, belum diketahui statusnya dalam persidangan kali ini.

Rini sempat menjemput suaminya, saat Plt Sekretaris DPPKAD Kudus itu datang ke Pengadilan Tipikor Semarang dengan pengawalan dari penyidik KPK dan pihak kepolisian.

Usai masuk, Shofian dan rombongan pun langsung menuju ruang transit sidang. Belum ada keterangan sidang akan dimulai.

Akhmad Sofyan saat berada di ruang sidang Pengadilan Tipikor Semarang. (MURIANEWS.com/Anggara Jiwandhana)

Namun berdasar pantauan di ruang sidang, penasihat umum dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pun telah menempati mejanya. Dua orang ajudan Bupati Tamzil juga telah hadir sebagai saksi.

Di ruang sidang, baik Shofian maupun Agus Kroto tak mengenakan lagi rompi tahanan KPK.

Sidang pertama Akhmad Sofyan sendiri telah dilakukan pada sembilan Oktober 2019 lalu. Dalam kasus ini dari tiga tersangja, baru Akhmad Shofian yang telah dilimpahkan ke pengadilan untuk menjalani persidangan.

Baca: Saksi Suap Jual Beli Jabatan di Pemkab Kudus Hari Ini Dihadapkan ke Hakim

Dalam sidang sebelumnya yang dipimpin Hakim Ketua Antonois Widijantono, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK Joko Hermawan menyebut Ahmad Shofian telah menyetor uang sebesar Rp 750 juta kepada Tamzil.

Uang tersebut diberikan secara bertahap selama tiga kali. Terhitung sejak Tamzil dilantik pada September 2018 tahun lalu. Uang suap diberikan agar Ahmad dan istrinya, Rini Kartika Hadi yang juga ASN di Pemkab Kudus mendapat jabatan di Pemkab.

Atas perbuatan itu, JPU pun menjerat dengan Pasal 5 Ayat 1 atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Ahmad Shofian sendiri dalam sidang menyatakan tidak akan mengajukan eksepsi. Ia meminta sidang dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi yang dilakukan hari ini.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.