Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bendera HTI Berkibar di SMKN 2 Sragen, Ganjar: Tak Ada Ampun

0 13.656

MURIANEWS.com, Banyumas – Foto sejumlah guru dan siswa di SMKN 2 Sragen mengibarkan bendera organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) bikin geger. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun berang.

Terlebih foto yang diduga diambil pada 6 Oktober 2019 lalu itu kini telah ramai dibicarakan di media sosial.

Ganjar memastikan tak akan memberikan ampun jika ada kesengajaan mengibarkan bendera organisasi yang telah dilarang tersebut. Ganjar menyatakan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut.

“Kami dalami, guru-guru juga kita tanyai, dan sekarang lagi dalam pemeriksaan yang lebih mendalam,” kata Ganjar usai memimpin Apel Kebangsaan Pelajar Kabupaten Banyumas di Alun-Alun Purwokerto, Jumat (18/10/2019).

Gubernur Ganjar Pranowo berdialog dengan siswa usai apel kebangsaan di Alun-Alun Puwokerto, Jumat (18/10/2019. (MURIANEWS.com)

Ia memastikan, pihaknya juga telah menerjunkan tim khusus ke sekolah tersebut. Tujuannya untuk mengorek informasi sedetail mungkin terkait peristiwa tersebut.

“Tetap kami dalami dulu, kami sudah terjunkan tim yang bertugas soal itu. Biar tidak berperasangka buruk. Mudah-mudahan bisa memberikan klarifikasi dengan baik, kalau tidak ya pasti saya beri sanksi tegas,” ujarnya.

Pernyataan yang sama juga dikatakan Ganjar usai Rapat Forkompimda di Hotel UTC Semarang, Kamis (17/10/2019) kemarin. Ia menyatakan sudah memeriksa sendiri foto yang kini viral di media sosial tersebut, dan memastikan akan memberi sanksi tegas, karena ada dugaan oknum guru yang terlibat.

“Kami dalami, ada dugaan oknum guru yang terlibat dalam pengibaran bendera itu. Saya sudah cek medsosnya dan lainnya. Kalau memang melanggar dan ada faktor kesengajaan, saya tidak ada ampun soal itu,” kata Ganjar.

Meski begitu, pihaknya tidak mau gegabah untuk mengambil keputusan. Ganjar mengatakan sudah menanyakan kepada para siswa yang ada di foto tersebut, dan mereka mengatakan tidak tahu bahwa bendera yang dipegang adalah bendera HTI.

“Kami tanya gurunya, dia juga katanya tidak tahu. Tapi mosok ndak ngerti (masa tidak tahu), kalau itu kejadian tanggal 6 Oktober kemarin, kan sudah tahu bahwa itu bendera apa,” kata Ganjar.

Sekadar diketahui, foto sejumlah siswa SMKN 2 Sragen yang memegang bendera HTI dan bendera Palestina viral di dunia media sosial. Dari informasi, foto itu diambil saat acara pelantikan Rohis di sekolah setempat.

Sementara dalam apel dalam Apel Kebangsaan di Alun-Alun Purwokerto, Jumat hari ini, ribuan siswa dan guru di Banyumas menyatakan Ikrar Kesetiaan pada NKRI dan menolak segala bentuk radikalisme.

“Saya titip kepada guru kepada kepala sekolah, kita jangan main-main soal itu (radikalisme). Saya hanya ingin anak-anak diberi pengajaran yang baik yang sesuai dengan nilai-nilai bangsa negara dan agama dengan benar punya toleransi yang tinggi,” pungkasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.