Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Latoh, Hasil Laut Andalan Masyarakat Pesisir Jepara

0 259

MURIANEWS.com, Jepara – Latoh atau sejenis rumput laut, selama ini sudah dikenal di kalangan pesisir Jepara. Tanaman ini sangat potensial untuk dikembangkan bagi tujuan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Air Laut (BBPBAP) Sugeng Raharjo mengatakan, latoh bisa dikembangkan untuk tujuan itu. Pembudidayaan latoh memiliki potensi ekonomi yang cukup besar jika dikeola dengan baik.

Selain itu, menjadikan brand bahwa latoh berasal dari Jepara adalah satu hal yang juga perlu dilakukan. Saat ini latoh telah mampu menembus pasar internasional. Jepang dan Korea adalah negara-negara yang dipastikan menawarkan pasar untuk komoditas ini.

“Saat ini banyak tambak yang kondisinya kosong. Melihat potensi tersebut perlu kiranya untuk bisa dipikirkan usaha membudidayakan latoh bersama masyarakat,” ujar Sugeng Raharjo, Jumat (18/10/2019) saat beraudiensi bersama Kadin di Pemkab Jepara.

Dikatakan Sugeng Raharjo, budidaya latoh sebenarnya tidak memakan waktu lama. Latoh hanya membutuhkan waktu tiga pekan sampai satu bulan, dan sudah bisa dipanen setiap hari. Cara pengembangannya dengan metode Tumpangsari ataupun Polyculture.

BBPBAP Jepara sendiri menyambut baik rencana yang akan dilakukan Kadin dalam usaha mengenalkan latoh. Namun pihaknya menuntut bukan hanya sekadar rekor MURI yang menjadi tujuan akhirnya.

Baca: Pecahkan Rekor MURI, Kadin Jepara Akan Ajak 10 Ribu Orang Makan Latoh

Dalam hal ini yang lebih penting adalah jangan sampai latoh diklaim daerah lain. Saat ini BBPBAP bersama Kadin dan para nelayan dari HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) sedang mempersiapkan pembudidayaan serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengkonsumsi latoh.

“Jadi mari kita sama-sama mengenalkan latoh lebih jauh kepada masyarakat Jepara. Di pesisir Jepara latoh sudah akrab dengan masyarakat. Namun perlu dikenalkan lebih luas lagi,” tambahnya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.