Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bude Karni: Saya Sempat Bersembunyi di Got, Untung Tak Mati

0 9.182

MURIANEWS.com, Kudus – Karni alias Bude warga Kudus yang menjadi saksi hidup kerusuhan di Wamena berhasil dipulangkan. Perempuan berusia 40 tahun itu bercerita bagaimana kondisinya ketika kerusuhan meledak pada 23 September 2019 lalu.

“Saya sempat bersembunyi di got saat kerusuhan berlangsung,” katanya sembari matanya berkaca-kaca ketika ditemui MURIANEWS.com, di kediaman rumahnya, Jumat (18/10/2019) siang.

Karni tidak sendiri di dalam got tersebut. Ia sempat menyelamatkan satu anak tetangganya dan berlindung di got tersebut. Beruntung, ada pagar seng yang jatuh dan ambruk di atas got yang ia gunakan untuk bersembunyi.

“Sekitar dua jam lebih di sana (got). Alhamdulillah saya masih diberi hidup. Apalagi ada parang yang ditusuk-tusukkan ke got,” ucapnya menunjukkan raut muka yang lemas seolah tak ingin mengingatnya lagi.

Beruntung, Karni mengantongi telepon genggamnya. Setelah dua jam lebih bersembunyi dan menunggu jalanan tenang, ia pun mencoba menghubungi suaminya Zaenal yang kebetulan telah menyelamatkan diri dan berada di barak pengungsian Kodim.

“Saya lantas menghubungi pakde (suaminya), dan dijemput dengan pengawalan dari anggota TNI,”  katanya.

Zaenal dan istrinya Karni ketika membuka tas berisi bantuan dari beberapa pihak sebelum datang di Kudus di kediaman rumahnya, Jumat (18/10/2019) siang (MURIANEWS.com/Anggara Jiwandhana)

Hingga kini, pihaknya pun tak menduga masih selamat dan masih bisa kembali di Kudus bersama sang suaminya, Zaenal (45). Karni mengatakan, saat hari pertama terjadi kerusuhan, sejumlah massa tak dikenal melakukan penyisiran di sejumlah ruas jalan di Wamena.

“Demo kala itu benar-benar berbeda, biasanya jika demo warung ditutup sudah aman. Ini warung ditutup dibakar, kami lari dikejar hingga dapat kemudian entah apa yang terjadi,” ucapnya.

Baca juga: Cerita Pakde dan Bude, Warga Kudus yang Selamat dari Kerusuhan Wamena September Lalu

Ia, bersama suaminya pun sempat pindah pengungsian sebanyak satu kali. Yakni ketika mengungsi di Kodim selama satu pekan, terhitung Senin 23 September hingga Minggu 29 September. Yang kemudian pindah ke AURI Jayapura selama sepekan lebih.

“Barulah kami pulang dengan menggunakan kapal menuju Surabaya, kami merasa lega ketika berlayar ke Surabaya, seolah lepas dari penjara,” terangnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.