Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemkab Kudus Nunggak Iuran BPJS Kesehatan Rp 12,88 Miliar

0 235

MURIANEWS.com, Kudus – Pemerintah Kabupaten Kudus masih miliki tunggakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari perioede bulan Oktober sampai dengan Desember 2019. Total tunggakan mencapai Rp 12,88 miliar.

“Pelunasannya kami belum bisa membayar pada tahun ini. Karena memang anggarannya baru diusulkan tahun depan (2020),” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Joko Dwi Putranto.

Ia mengatakan, besaran tunggakan tersebut belum termasuk penambahan 10 ribu peserta baru yang didaftarkan ke BPJS Kesehatan Kudus. Sebelumnya, tanggung jawab pemkab Kudus sebanyak 186.754 orang.

“Hanya kemudian ada penambahan bagi 10 ribu orang peserta baru,” jelasnya.

Tak hanya itu, Joko menjelaskan pada tahun 2020 mendatang jumlah JKN PBI akan bertambah. Karena adanya perkiraan pengurangan jumlah peserta JKN PBI yang ditanggung oleh APBN.

“Kami memperkirakan jumlahnya pada tahun 2020 mencapai 200.000 peserta. Oleh karenanya sehingga untuk kebutuhan anggaran selama setahun mencapai Rp 55,2 miliar,” paparnya.

Belum lagi, jika perkirakan tarif iuran JKB PBI belum naik sebesar Rp 23 ribu per orangnya. Apabila, iuran naik, pihaknya telah menyediakan pilihan. Yakni menganggarkan untuk iuran JKN kebutuhan anggaran bisa mencapai Rp 102,41 miliar.

Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama Kudus Maya Susanti membenarkan bahwa Pemkab Kudus memang memiliki tunggakan iuran JKN PBI untuk tagihan bulan Oktober, November dan Desember 2019. Berdasakan hitungan BPJS tunggakan mencapai Rp 12,43 miliar.

Untuk rinciannya, bulan Oktober 2019 dengan jumlah peserta 186.754 orang ditambah dengan peserta susulan bulan September 2019 sebanyak 13.773 orang. Tagihan iuran bulan November 2019 termasuk peserta susulan bulan Oktober sebanyak 10.000 orang. Iuran bulan Desember 2019 sehingga total piutang tahun 2019 mencapai Rp 13,43 miliar.

“Kami sangat berharap tunggakan tersebut bisa segera dilunasi,” tambahnya.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.