Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ganjar Pimpin Doa Kelancaran Pelantikan Presiden di Sebar Apem Yaqowiyyu

0 1.583

MURIANEWS.com, Klaten – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghadiri tradisi Sebar Apem Yaqowiyyu di kompleks peninggalan Kyai Ageng Gribig Jatinom, Desa Kajen, Kecamatan Jatinom, Klaten, Jumat (18/10/2019).

Di hadapan ribuan jemaah yang hadir, Ganjar pun memimpin doa. Doa yang dipanjatkan oleh orang nomor satu di Jateng ini khusus untuk mendoakan kelancaran pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-KH Ma’aruf Amin pada Minggu (20/10/2019) mendatang.

“Mari kita berdoa agar pelantikan nanti berjalan lancar. Indonesia jadi negara aman dan tentram, serta bisa segera membangun untuk kesejahteraan bersama. Alfatihah,” kata Ganjar dalam doanya.

Dengan didampingi bupati Klaten, jajaran Forkompimda dan para ulama, Ganjar ikut membagi-bagikan apem kepada ribuan masyarakat. Ganjar menilai, tradisi ini cukup unik dan sudah masih langgeng meski umurnya sudah mencapai empat abad.

“Betapa indahnya acara ini, karena semua berkumpul dan melestarikan tradisi peninggalan leluhur sampai sekarang,” kata Ganjar.

Nilai filosofis yang terkandung dalam acara tersebut lanjut Ganjar juga sangat dalam. Selain nilai kebersamaan, kegiatan ini juga wujud pentingnya berbagi rezeki dengan saudara sekitar dan menjalin erat persatuan antarsesama anak bangsa.

“Mari, suasana guyub rukun ini kita jaga dan lestarikan. Saling peduli dengan tetangga sekitar dan saling tolong menolong,” imbuhnya.

Sementara itu, Ebta Tri Cahya yang bertindak sebagai ketua panitia mengatakan, tradisi tersebut sudah berlangsung sejak tahun 1.400-an. Saat itu, Kyai Ageng Gribig berangkat haji dan membawa pulang tiga buah kue dari Tanah Suci.

“Karena santrinya banyak, akhirnya tiga kue itu dimasak ulang dengan ditambah adonan tepung menjadi apem. Kemudian apem itu dibagikan dan terjadilah tradisi ini sampai sekarang,” terangnya.

Menurut Tri, nilai filosofis yang terkandung dalam tradisi itu yakni, Kyai Ageng Gribig lanjut dia ingin mengajarkan kepada santrinya tentang nilai silaturahmi dan berbagi kepada sesama.(lhr)

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.