Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Hari Ini Sunan Kuning Resmi Ditutup, Bakal Difokuskan Jadi Wisata Religi

0 307

MURIANEWS.com, Semarang – Kompleks resosialisasi Argorejo atau biasa dikenal dengan Lokalisasi Sunan Kuning, Mulai Jumat (18/10/2019) hari ini resmi ditutup. Ratusan pekerja seks komersial (PSK) yang bekerja di tempat ini dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.

Mereka juga mendapatkan tali asih sebesar Rp 5 juta dari Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang sebagai modal. Tercatat ada 448 warga binaan yang akan pulang ke ke kampung halamannya dan mendapat tali asih ini.

Penutupan lokalisasi ini ditandai dengan ikrar oleh beberapa perwakilan warga binaan yang dipimpin oleh Ketua Pengelola Resos Argorejo Suwandi. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi langsung turun tangan untuk meresmikan penutupan lokalisasi terbesar Jateng tersebut.

Hendi sapaan karib wali kota menyebut, usai ditutup kawasan itu akan disulap menjadi kampung tematik dan kawasan religi. “Akan difokuskan untuk optimalisasi wisata religi Sunan Kuning,” katanya.

Selain itu, kata dia, berbagai usaha di kawasan ini yang sebelumnya mendukung prostitusi diharapkan bisa berubah untuk mendukung wisata.

Di kawasan ini memang ada makam yang diyakini sebagai petilasan atau pusara Sunan Kuning. Meskipun ada beberapa versi.

Ada yang meyakini sosok dalam pusara itu Amangkurat V, yang terkenal dengan pasukannya dari etnis Tiong Hoa yang berkulit kuning. Dari sinilah muncul julukannya sebagai Sunan Kuning. Meskipun ada perbedaan pendapat mengenai Sunan Kuning yang dimaksud tersebut.

Selain itu ada yang mempercayai jika pusara yang jaraknya hanya sekitar 100 meter dari lokalisasi itu merupakan tempat beristirahat pendakwah dari China bernama Soen Ang Ing. Nama ‘Soen An Ing’ ditulis dengan jelas di gerbang makam berwarna merah bergaya Tiongkok ini.

Dipercaya perubahan sebutan Soen Ang Ing menjadi Sunan Kuning itu karena lidah orang Jawa yang sulit melafalkan nama China.

Upacara simbolis penutupan Lokalisasi Sunan Kuning tersebut diakhiri dengan pembagian tali asih kepada warga binaan masing-masing sebesar Rp 5 juta dalam bentuk rekening tabungan.

Hendi juga meminta para warga binaan agar menjadikan momen ini sebagai sarana hijrah ke jalan yang lebih baik. Mereka diminta pulang ke kampung halaman dan meminta maaf ke orang tua.

“Saya doakan saudara sekalian mendapat pekerjaan yang lebih baik dan menghasilkan rezeki dan kesuksesan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan Pemkot Semarang menyiapkan transportasi bagi bagi 448 warga binaan yang akan pulang ke kampung halamannya. Meski demikian, pihaknya tetap mempersilahkan bagi yang mau pulang sendiri.

“Mau diantar dengan bus yang disiapkan pemkot atau pulang sendiri, silakan saja,” terangnya.

Pihaknya juga memastikan jika penutupan lokalisasi ini tidak main-main. Apalagi sudah ada edaran dari Kementerian Sosial bahwa tahun 2019 seluruh lokalisasi harus ditutup.

Selain Lokalisasi Sunan Kuning, Lokalisasi Gambilangu yang berada di perbatasan antara Kota Semarang dan Kabupaten Kendal dalam waktu dekat juga akan ditutup.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.