Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Berkah Kemarau Panjang, Hasil Panen Petani Garam di Jono Grobogan Melimpah

0 1.937

MURIANEWS.com, Grobogan – Datangnya kemarau sejak beberapa bulan terakhir ternyata membawa berkah tersendiri bagi sejumlah pihak. Salah satunya adalah para petani garam di Desa Jono, Kecamatan Tawangharjo. Di mana, pada saat seperti ini produksi garam dipastikan melimpah.

”Kalau cuacanya panas terik seperti saat ini, proses pembuatan garam bisa lebih cepat. Jadi, kami bisa punya stok garam cukup banyak,” kata Mbah Suhadi (65), salah satu di antara puluhan petani garam tradisional di Desa Jono tersebut.

Menurutnya, melimpahnya produksi garam itu terjadi karena pada musim panas ini waktu produksi bisa lebih singkat. Saat cuaca terik seperti ini, proses produksi garam hanya butuh waktu sekitar lima hari. Sementara pada musim penghujan proses produksi garam bisa memakan waktu 10 hingga 15 hari.

“Saat kemarau, produksi garam bisa naik 50 persen dibandingkan ketika musim hujan karena petani bisa panen tiga hingga empat kali dalam kurun waktu sebulan. Selain itu, mutu garam saat kemarau jauh lebih baik,” katanya.

Saat kemarau, para petani garam rata-rata bisa dapat hasil sekitar 80-100 kg tiap kali panen. Garam tersebut bisa dijual dengan harga Rp 8 ribu per kilogram.

Selain garam, ada hasil lainnya yang bisa dijual petani. Yakni, bleng atau cairan dalam klakah atau belahan bambu yang tidak ikut mengkristal jadi garam. Cairan bleng ini laku dijual Rp 15 ribu per botol plastik kemasan satu liter.

“Hasil panen di sini memang ada dua macam. Yakni, garam dan bleng yang biasa dipakai untuk bahan pembuatan kerupuk,” jelas Kades Jono Eka Winarna.

Menurut Eka, hasil produksi garam warga Jono selama ini tidak hanya dinikmati warga setempat saja. Tetapi juga warga lainnya di sekitar Desa Jono serta sejumlah warung makan di wilayah Kecamatan Tawangharjo.

Masih dikatakan Eka, garam produksi warganya tidak sama dengan produk serupa yang dibikin dari air laut. Dari teksturnya, garam Jono warnanya tidak seputih garam laut dan bentuk butirannya sedikit lebih besar.

“Untuk rasanya lebih enak garam Jono karena ada rasa gurihnya. Kalau garam laut dominan rasa asinnya,” katanya.

Eka menambahkan, rasa gurih itu bisa jadi disebabkan adanya beberapa kandungan mineral yang ada pada garam Jono. Termasuk kandungan zat alami yang bisa memunculkan bleng tersebut.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.