Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ganjar Usulkan Ronda Jenis Baru untuk Batasi Langkah Teroris

0 94

MURIANEWS.com, Semarang – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menangkap sejumlah terduga teroris di berbagai daerah di Jateng dalam beberapa hari terakhir. Salah satunya, pasangan suami istri yang digerebek di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

Dengan kondisi ini Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengusulkan agar warga kembali menggalakkan ronda. Namun ronda yang disarankan Ganjar adalah ronda jenis baru. Bukan hanya berjaga di malam hari untuk menangkal pencuri dan lainnya, tetapi juga memastikan orang-orang yang datang di kompleks warga itu tak membawa paham radikal.

“Saya usulkan ada ronda jenis baru di Jawa Tengah. Bukan keamanan malam menghadapi maling, namun untuk memastikan siapa saja tetangga dan tamu di sekitar tempat tinggal masing-masing adalah orang baik-baik dan tidak bermasalah,” kata Ganjar, Kamis (17/10/2019).

Ganjar meminta semua elemen masyarakat peduli dan peka dengan kondisi sekitar. Hal itu dapat dilakukan dengan cara meningkatkan silaturahmi antarsesama, termasuk dengan tamu yang datang.

“Sehingga masyarakat menjadi mengerti, siapa tetangga mereka dan tamu mereka. Saya minta semua tokoh masyarakat dan aparatur pemerintahan level paling bawah seperti RT,  dapat memantau dan menjalankan ini,” ujarnya.

Dengan kekuatan sektor terkecil tersebut, maka gerak langkah kejahatan terorisme dapat terdeteksi. Kalau ada warga yang tidak mau diajak ketemu, tidak mau kumpul, dapat diketaui sejak dini.

“Akan ketahuan siapa mereka, kepentingannya apa. Ini harus ditindaklanjuti, apakah didatangi, diberitahu dan dilakukan tindakan-tindakan lainnya,” terangnya.

Ganjar menyebut, sangat sulit untuk mengelompokkan pelaku teror ada di mana, jaringan apa dan sebagainya. Hal itu nyaris tidak mudah untuk terdeteksi, karena mereka telah membaur dalam masyarakat.

Bahkan lanjut dia, tidak hanya pada masyarakat sipil, di lingkungan pemerintahan, pendidikan dan aparat penegak hukum seperti TNI/Polri juga sudah disusupi para pelaku. Mereka terus bergerilya untuk menebarkan paham radikalisme dan menebar teror.

“Maka, kalau masyarakat mau membantu, tentu tugas pemerintah akan semakin mudah dan kita semua bisa hidup tanpa rasa takut. Kesadaran inilah yang sangat penting, agar masyarakat waspada pada ajaran-ajaran yang tidak pas dan bertentangan dengan Pancasila,” pungkasnya.(lhr)

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.