Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Raih IPK Tertinggi, Jateng Dinobatkan Jadi Provinsi Terbaik Soal Ketenagakerjaan

0 402

MURIANEWS.com, Semarang – Provinsi Jawa Tengah Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan (IPK) paling tinggi di tingkat nasional. Dengan IPK tertinggi itu Kementerian Ketenagakerjaan menobatkan Jateng sebagai provinsi terbaik dalam Pembangunan Ketenagakerjaan 2019.

Kementerian Ketenagakerjaan memberikan penghragaan ini setelah Jateng meraih indeks sebesar 65,71, dan mengungguli provinsi-provinsi lain yang dinilai kementerian ini.

Pemberian penghargaan diberikan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Jakarta, Senin (14/10/2019).

Hanif menyebut, ada enam indikator untuk menilai. Yakni perencanaan tenaga kerja, penduduk dan tenaga kerja, pelatihan dan kompetensi kerja, hubungan industrial, kondisi lingkungan kerja dan jaminan sosial tenaga kerja.

Penghargaan ini merupakan salah satu bentuk apresiasi kepada daerah yang telah berhasil dalam pembangunan ketenagakerjaan. Penghargaan diberikan setiap tahun, sejak 2011 lalu,” katanya.

Sementara itu, Ganjar Pranowo, Selasa (15/10/2019) mengatakan, penghargaan tersebut bukanlah segalanya. Meski begitu, dirinya memberikan apresiasi kepada jajarannya di Pemprov Jateng, Disnaker, organisasi buruh, pengusaha dan para buruh karena dapat bekerjasama menaikkan indeks pembangunan ketenagakerjaan di Jateng menjadi lebih baik.

Ganjar juga mengatakan, capaian itu menjadi satu tampilan positif yang dapat dilihat publik. Sehingga diharapkan, akan membuka mata para calon investor untuk melirik Jawa Tengah.

“Dengan kondusifitas dan kenyamanan industri di Jateng, maka akan membuat calon investor tertarik. Sehingga, skenario pertumbuhan ekonomi di Jateng ke depan akan lebih mudah dilakukan,” tambahnya.

Meski begitu, Ganjar menegaskan masih ada sejumlah permasalahan yang harus diselesaikan khususnya mengenai buruh.

Selama ini menuru dia, isu tentang buruh baru hanya sebatas upah. Padahal, banyak hal yang masih perlu dipenuhi sebagai upaya peningkatan kesejahteraan mereka.

“Kalau selama ini isu buruh hanya sebatas upah, ke depan harus diperhitungkan tentang peningkatan kesejahteraan buruh, seperti akomodasi, transportasi, pendidikan, kesehatan dan sebagainya,” pungkasnya.(lhr)

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.