Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tenaga Kerja Asing di Jepara Harus Bayar 100 Dolar AS Tiap Bulan

MURIANEWS.com, Jepara – Jumlah tenaga kerja asing (TKA) di Kabupaten Jepara semakin bertambah. Ini disebabkan banyak industri di kabupaten tersebut banyak yang memanfaatkan tenaga dari asing.

Banyaknya TKA yang bekerja di Jepara, salah satunya akan berdampak pada pemasukan dari sektor restribusi DPKK (Dana Pengembangan Keahlian dan Ketrampilan). DPKK akan didapatkan Pemkab Jepara jika seorang TKA menjadikan Jepara sebagai satu-satunya lokasi bekerja.

Kepala Seksi Penempatan, Perluasan Kesempatan Kerja, Pelatihan, dan Produktivitas pada Dinkop-UMKM-Nakertran Jepara Amrina Rosyida mengatakan, DPKK harus dibayarkan pada tahun ke-2 seorang TKA bekerja. Saat ini di Jepara, belum semua TKA yang bekerja masuk dalam klasifikasi ini.

TKA yang terdaftar bekerja hanya di Jepara saat ini jumlahnya mencapai sekitar 406 orang. Namun mereka mayoritas baru mendaftar dan bekerja pada tahun pertama.

Sedangkan yang sudah bekerja masuk tahun kedua, dan terkena kewajiban membayar DPKK jumlahnya baru 62 orang saja.

“TKA yang menyertakan Jepara sebagai lokasi bekerjanya di Jepara, jumlahnya mencapai 4.474 orang. Namun yang hanya bekerja di Jepara sekitar 406 orang. Dari jumlah ini baru 62 orang saja yang wajib membayar DKPP ke Pemkab Jepara,” ujar Amrina Rosyida, Senin (14/10/2019).

Baca: Dari Ribuan Tenaga Asing, Hanya 62 Orang Saja yang Beri Pemasukan Pemkab Jepara

Sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 10 Tahun 2018, TKA yang bekerja di wilayah Indonesia, pada tahun kedua bekerja, harus membayar DPKK. Berdasarkan aturan ini, perusahaan pengguna TKA yang menyetorkan DPKK ke Jepara baru menyertakan pembayaran untuk 62 TKA.

Sehingga penerimaan daerah dari sektor ini sampai tri wulan II tahun 2019 baru mencapai Rp 862,29 juta atau 66,3 persen dari target Rp 1,3 miliar. Pengenaan DPKK sendiri dibayarkan setiap tahun dengan besaran US$ 1.200 atau US$ 100 setiap bulannya. Pembayaran langusung ditransfer ke kas daerah.

“Potensi pembayaram DPKK tahun depan masih belum bisa dipastikan. Saat ini memang tercatat ada 406 TKA yang terdaftar bekerja di Jepara. Namun, biasanya banyak TKA yang kemudian berganti sebelum tahun pertama selesai. Sehingga potensi pemasukan dari sektor ini masih belum bisa dipastikan,” pungkasnya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...