Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Puluhan Pegawai Rutan Blora Dites Urine, Ini Tujuannya

0 33

MURIANEWS.com, BloraAnggota Satuan Reserse Narkoba Polres Blora menggelar tes urine pada pegawai Rumah Tahanan Negara (Rutan) setempat, Senin (14/10/2019). Pelaksanaan tes urine ini dilaksanakan secara mendadak tanpa pemberitahuan sebelumnya. Usai kegiatan apel pagi, satu persatu pegawai langsung diarahkan menuju kamar mandi untuk menjalani tes urine.

Kepala Rutan Kelas II B Blora Akhmad Yoga mengatakan, kegiatan ini merupakan hasil kerjasama dengan Satres Narkoba Polres Blora dan sebagai tindak lanjut perintah dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI untuk melaksanakan tes urin pada petugas.

“Sebagai tindak lanjut perintah pimpinan, sidak tes urine pada petugas ini dilaksanakan guna menciptakan lingkungan rutan yang bersih dan bebas dari narkoba,” jelasnya.

Yoga menegaskan, sebanyak 38 pegawai rutan yang terdiri dari 29 laki-laki dan sembilan perempuan, semuanya wajib mengikuti tes urine. Apabila ditemukan ada oknum pegawai yang terbukti memfasilitasi atau menggunakan narkoba, maka akan diberikan sanksi disiplin sesuai undang-undang ASN berupa pemecatan.

“Sudah menjadi komitmen kami untuk turut andil memberantas narkoba di wilayah lapas kelas II B Blora. Kami akan tindak tegas siapa pun oknum petugas yang mencoba-coba bermain narkoba. Sebab mereka adalah aparat yang membina warga binaan, jadi mereka harus bebas dari narkoba,” tegasnya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Blora AKP Suparlan menuturkan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya pencegahan penggunaan narkoba bagi petugas rutan yang ada di Blora. Menurutnya, jaringan narkotika saat ini tak hanya menyasar masyarakat umum saja, melainkan juga kepada lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) termasuk pegawai-pegawai lapas maupun rutan.

”Kita lakukan tes urine dengan tujuan untuk memberantas serta memutus mata rantai jaringan peredaran narkotika, baik dilingkungan ASN atau pegawai-pegawai lainnya. Sebab, bisa saja narkoba juga beredar dikalangan petugas lapas,” cetusnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.