Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Dari Konggres Sampah: Pampers Bekas Disulap Jadi Pupuk Ampuh

0 56

MURIANEWS.com, Semarang – Pampers bayi bekas pakai menjadi sampah yang paling menjengkelkan karena sangat sulit terurai. Apalagi masih ada kebiasaan buruk warga yang membuang pampers ke sungai.

Padahal pampers ini membutuhkan waktu hingga seratus tahun untuk bisa terurai. Dari keprihatinan ini, kelompok Pampers Mania mencoba mendaur ulang sampah ini menjadi sesuatu yang berguna.

Akhirnya, setelah melakukan penelitian dan percobaan kemudian diambil keputusan untuk mengubah pampers menjadi pupuk tanaman. Bagaimana hasilnya?

Inovasi ini dipamerkan dalam Konggres Sampah yang digelar 12-13 Oktober di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Inovasi itu disebut dengan fermentasi pampers.

Dadang Prakoso, personel Pampers Mania menjelaskan, dengan fermentasi pampers tersebut tanaman hanya memerlukan disiram sepekan sekali. Karena Fermentasi pampers tersebut mengandung senyawa yang mengikat cairan.

“Untuk takaran seperti halnya dengan pupuk lain. Bisa secara kuantitas ditambah atau diberikan secara periodik,” katanya.

Fermentasi tersebut dibuat dari beberapa bahan dasar. Air kelapa sebanyak dua liter ditambah gula 50 gram, probiotik 100 ml dan trasi 1 sendok teh.

Untuk pampers yang diambil adalah bagian gel yang ada di dalam pampers. Dadang mengatakan, untuk membuat Fermentasi Pampers, campur seluruh bahan selama 24 jam, kemudian masukkan pampers.

“Diamkan maksimal 14 hari. Tutup rapat dan diberi selang untuk tanda fermentasi. Untuk dijadikan pupuk ditambah urine sapi,” katanya.

Sementara untuk pampers yang telah dimasukkan sebagai bahan fermentasi bisa dijadikan media tanam dengan perbandingan 1 banding 4 dengan tanah. Dia menjelaskan fermentasi pampers tersebut merupakan hasil penelitiannya selama dua bulan.

“Yang sudah kami uji selama ini tanaman bunga dan sayuran. Dan sangat efektif pertumbuhannya,” ujarnya.

Dalam Kongres Sampah tersebut memang dipamerkan puluhan inovasi pengolahan maupun pemanfaatan sampah. Selain Fermentasi Pampers tersebut juga dipamerkan bahan bakar dari sampah plastik, kotoran sapi dan enceng gondok.

Selain itu, inovasi pengolahan sampah juga dipamerkan oleh siswa. Seperi yang dilakukan oleh siswa SMK Munadi Ungaran yang mengeluarkan inovasi Insirok atau insektisida Sisa Rokok dan Inselicata atau insektisida Limbah Cair Tahu.

“Insektisida ini bukan untuk membunuh hama seperti insektisida lain. Karena dengan membunuh akan memutus rantai organisme. Insektisida ini akan membuat hama yang menyerang tanaman tidak akan kembali,” terangnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan segala bentuk inovasi dan pemanfaatan sampah tersebut sangat memberi manfaat, bukan hanya ekonomis tapi juga untuk lingkungan.

“Ini karya anak bangsa yang luar biasa. Karena bisa mengurangi sekaligus memanfaatkan. Bukan hanya ekonomis tapi juga manfaat untuk lingkungan,” kata Ganjar.

Bahkan Ganjar yang keliling stan inovasi pengelolaan sampah tersebut membeli tas dari plastik dan sandal dari enceng gondok. Untuk Enceng Gondok memang banyak dimanfaatkan masyarakat untuk beragam kerajinan. Selain sandal ada juga topi, piring, keranjang, kursi lantai bahkan kotak jajanan.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.