Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Semarang Bakal Kembali Hidupkan Trem untuk Angkutan Massal

0 650

MURIANEWS.com, Semarang – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kini tengah mengkaji untuk kembali menghidupkan trem. Moda transportasi berbasis kereta ini diyakini mampu mengatasi persoalan angkutan umum dan kemacetan di Ibu Kota Jawa Tengah tersebut.

Trem pernah menjadi alat transportasi massal andalan di Kota Semarang pada periode 1882-1940.

Namun trem yang dikaji untuk diterapkan di Kota Semarang bukanlah kereta api yang menggunakan uap dan rel. Melainkan trem jenis baru yakni Autonomous Rail Transit (ART). Kereta ini merupakan pengembangan dari light rapid transit (LRT) dan telah dikembangkan di Tiongkok.

Dengan ART, tidak dibutuhkan lagi rel dari logam besi. Karena kereta akan melaju menggunakan ban di jalanan aspal. Sehingga lebih murah dan efisien.

Kereta ini akan berjalan mengikuti garis putus-putus yang dicat di jalan. Kereta ini mempunyai sensor khusus yang bisa mendeteksi marka.

Bahkan bakarnya pun tak lagi menggunakan uap, melainkan menggunakan listrik. Bedanya dengan kereta listrik, ART tak perlu kabel, karena kereta ini menggendong baterai hyper charging yang bisa diisi daya dengan cepat di setiap stasiun pemberhentian.

Konsep ART ini pernah juga diunggah dalam akun Instagram Wali Kota Semarang Hendrar Prihdi, beberapa waktu lalu.

Sementara dalam keterangan kepada wartawan, Hendi panggilan akrab wali kota menyebut jika ART ini menjadi alternatif transportasi umum. Ia mengatakan, pihaknya akan menggandeng PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mewujudkan rencana ini.

“Transportasi umum berbasis kereta api seperti ART atau Semarang Trem merupakan yang paling memungkinkan di Kota Semarang,” katanya dilansir AntaraJateng, Sabtu (12/10/2019).

Moda transportasi ini nantinya menurut dia, juga bakal bisa menunjang sektor pariwisata di Kota Semarang.

Sejumlah rute angkutan kereta dalam kota ini sendiri, lanjut dia, juga sudah disiapkan untuk melintasi jalan protokol di Semarang, seperti Jalan Pemuda, Jalan MT Haryono, serta kawasan Simpang Lima.

Selain itu, ia juga menyebut desain yang dipersiapkan juga memungkinkan alternatif rute Pedurungan yang berada di bagian timur Semarang menuju Bandara Ahmad Yani.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.