Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pengemplang Dana UPK Syeh Jangkung Ngaku Uang Habis untuk Berobat

MURIANEWS.com, Pati – Tersangka pengemplang dana UPK Syeh Jangkung, Titik Sholihatin Zumroh (36) warga Desa Trimulyo, Kecamatan Kayen, Pati, mengakui telah melakukan tindak pidana korupsi. Menurutnya, uang tersebut sudah habis digunakan untuk berobat.

“Kepala saya sakit, infeksi benang saraf. Uangnya saya gunakan untuk berobat,” katanya dalam jumpa pers di Mapolres Pati, Jumat (11/10/2019).

Titik mengatakan, uang yang diambilnya itu merupakan uang nasabah yang hendak disetorkan ke UPK Syeh Jangkung. Namun, oleh tersangka uang itu tidak disetorkan.

“Ada tiga orang yang nitip ke saya, tapi tidak saya setorkan, karena saya gunakan untuk berobat,” ujarnya.

Dia juga mengaku ingin mengembalikan uang nasabah itu ke UPK, tetapi ia tidak bekerja dan tidak memiliki uang. Pada saat itulah dia merantau ke Jakarta, yakni pada 2016 silam.

“Di Jakarta saya membuka usaha warteg untuk mengembalikan uang itu,” imbuhnya.

Tersangka juga mengaku menyesal atas apa yang sudah dilakukan itu. Dia juga berjanji tidak akan mengulangi hal yang sama.

Diberitakan sebelumnya, Titik ditangkap Polres Pati di Jakarta karena telah menggelapkan dana UPK Syeh Jangkung, Kayen, Pati.

Baca: Tersangka Pengemplang Dana UPK Syeh Jangkung Pati Dibekuk di Jakarta

Aksi itu dilakukan sekitar Agustus 2014 hingga Januari 2015 silam. Saat itu, tersangka merupakan ketua Simpan Pinjam Perempuan (SPP) di Desa Trimulyo.

Jumlah uang yang digelapkan tersangka sebanyak Rp 156.884.800. Menurut pengakuan tersangka, uang tersebut kemudian dibawa ke Jakarta untuk berobat.

“Tersangka berhasil kami amankan di Jakarta. Atas kejadian ini, jumlah total kerugian negara mencapai Rp 260.750.000,” kata Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...