Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Puluhan Pembina PIK-R di Kudus Dibekali Pemahaman Kesaktian Pancasila

0 45

MURIANEWS.com, Kudus – Puluhan Pembina Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) mengikuti kegiatan Peningkatan Kapasitas di Aula Kantor Dinas Sosial di Komplek Perkantoran Mejobo Kudus, Rabu (9/10/2019). Mereka mendapat pemahaman tentang kesaktian Pancasila.

Salah satu pembicara, Kanit Kamsus Satintelkam Polres Kudus IPDA Subkhan mencoba memantik para peserta. Ia pun beberapa kali menyinggung bagaimana kondisi Pancasila di era sekarang.

“Apakah Pancasila masih sakti atau sedang sakit?” tanyanya pada para peserta yang memadati ruangan.

Ia berpandangan, Pancasila kini tengah sakit karena dikepung banyak ancaman. Banyak ideologi yang merambat naik dan yang ingin mengganti Pancasila.

“Terlebih ancaman itu datang dari segala penjuru arah,” lanjutnya.

Ia menegaskan, Pancasila bukanlah hal yang sempurna. Hanya, ia tak bisa dibandingkan dengan kitab-kitab manapun. Hal ini dikarenakan pancasila merupakan kesepakatan luhur atau konsensus nasional dari para pendiri negara.

“Pancasila itu digali dari prinsip hukum Islam yang menjadi agama mayoritas masyarakat Indonesia, dan sesuai dengan karakter jati diri bangsa. Sehingga Pancasila mampu menjadi salah satu alat pemersatu bangsa Indonesia selain Bhineka Tunggal Ika dan UUD 1945, “ ucapnya.

Terkait perbedaan pandangan dan pendapat, entah dari persoalan biasa hingga soal agama, ia menyarankan manusia sebaiknya hidup dengan konsensus nasional.

“Seperti sekarang ini dan ulama dari masa ke masa selalu berbeda pendapat karena alasan paling dapat memahami ajaran agama dan harus meluruskan yang bathil. Ketika zaman nabi, segala perbedaan bisa langsung dimintakan fatwa kepada nabi. Kalau hari ini ketika tidak ada nabi. Kita harus saling menghormati pandangan walau tak sependapat,” pungkasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.