Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kasus Tamzil Mulai Disidang, Akhmad Sofyan Disebut Setor Rp 750 Juta

0 1.186

MURIANEWS.com, Semarang – Kasus dugaan jual beli jabatan yang menyeret Bupati Kudus (nonaktif) HM Tamzil berlanjut ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Rabu (9/10/2019) hari ini sidang perdana digelar di Pengadilan Tipikor Semarang.

Namun yang disidangkan baru terdakwa Sekretaris DPPKAD Kudus Akhmad Sofyan, yang diduga sebagai penyuap Bupati Tamzil.

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Antonois Widijantono itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK Joko Hermawan menyebut Ahmad Sofyan telah menyetor uang sebesar Rp 750 juta kepada Tamzil. Uang itu diberikan secara bertahap selama tiga kali sejak Tamzil dilantik pada September 2018.

Uang suap itu diberikan agar Agus Sofyan dan istrinya, Rini Kartika Hadi yang juga ASN di Pemkab Kudus, mendapat jabatan di Pemkab Kudus.

Uang tersebut diberikan melalui ajudan Tamzil, Uka Wisnu Sejati dan Staf Khusus Bupati Kudus Agoes Soeranto.

Dalam dakwaanya, JPU menyebut jika terdakwa meminta bantuan kepada Uka agar ia dan istrinya bisa menduduki suatu jabatan di Pemkab Kudus.

“Memberikan uang tunai secara bertahap dengan total Rp 750 juta agar Muhammad Tamzil mengangkat terdakwa dalam jabatan administrator atau eselon III-A dan mengangkat Rini Kartika Hadi Ahmawati dalam jabatan pimpinan tinggi pratama atau eselon II di Kabupaten Kudus,” kata Joko dalam dakwaannya.

Atas permintaan promosi jabatan itu, terdakwa kemudian memberikan uang sebesar Rp 250 juta. Uang tersebut diberikan kepada Tamzil melalui Uka dan Agoes Soeranto.

Pada Juni dan Juli 2019, terdakwa kembali memberikan uang yang masing-masing sebesar Rp 250 juta, juga melalui perantara yang sama.

Uka dan Agoes Soeranto juga disebut mendapat bagian dari uang sebesar Rp 750 juta yang diberikan kepada Tamzil. Uka mendapat Rp 75 juta dan Agus Soeranto mendapat Rp 50 juta.

Joko juga menyebut Agoes Soeranto pernah menagih suap tersebut kepada terdakwa atas perintah Tamzil. Alasannya, saat itu Tamzil sedang butuh uang.

Pada pembayaran terakhir, Tamzil memerintahkan Agoes menyerahkan uang Rp 145 juta kepada untuk membayar utang.

“Kemudian Agoes Soeranto memerintahkan Norman Rifki Dinanto, staf protokol bupati Kudus, membawa uang tersebut ke rumah dinas yang dipakai Agoes. Tidak lama setelah itu dilakukan penangkapan oleh petugas KPK,” jelasnya.

Atas perbuatan itu, terdakwa dijerat dengan Pasal 5 Ayat 1 atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Ahmad Sofyan sendiri dalam sidang menyatakan tidak akan mengajukan eksepsi. Ia meminta sidang dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.