Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Sempat Viral di Medsos, Bocah Lumpuh di Grobogan Akhirnya Dirawat di RSUD Purwodadi

MURIANEWS.com, Grobogan – Seorang bocah bernama Rosma yang mengalami kelumpuhan sejak lahir akhirnya mendapat penanganan lebih serius. Ini setelah bocah berusia 10 tahun tersebut dibawa ke RSUD Purwodadi guna menjalani perawatan medis.

Sebelum dibawa ke rumah sakit, bocah yang tinggal di Dusun Selokromo, Desa Nglobar, Kecamatan Purwodadi itu sempat didatangi petugas dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan RSUD, Selasa (8/10/2019). Saat itu, petugas sempat memeriksa kondisi Rosma yang saat itu mengalami demam. Setelah itu, Rosma kemudian dibawa ke RSUD menggunakan ambulans.

“Seluruh biaya perawatan anak ini akan ditanggung pemerintah. Nantinya, dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Dispendukcapil akan berkoordinasi agar Rosma memiliki dokumen kependudukan serta bisa mendapatkan bantuan sosial,” kata Direktur RSUD Bambang Pujiyanto yang ikut ke rumah Rosma bersama Kepala Dinsos Andung Sutiyoso dan sejumlah pihak terkait lainnya itu.

Setelah sampai di RSUD, Rosma kemudian diperiksa oleh dokter spesialis anak Kurnia Dwi. Dari pemeriksaan awal, Rosma diindikasikan mengalami Cerebral Palsy atau kelumpuhan otak. Selain itu, Rosma juga masuk dalam golongan penderita gizi buruk.

“Kami juga akan mencari tahu apakah ada infeksi atau yang lainnya. Rosma ini, diperkirakan anak berkebutuhan khusus karena ada gangguan tumbuh kembang,” kata Kurnia pada wartawan.

Untuk penanganan lebih lanjut, target awalnya adalah memperbaiki gizinya terlebih dahulu dalam waktu sekitar 10 hari. Selama menjalani perbaikan gizi, Rosma harus menjalani rawat inap karena butuh penanganan intensif.

Sementara itu, selama 10 tahun ini, Rosma tinggal berdua dengan neneknya Mbah Rani (70). Ayah Rosma sudah meninggal sekitar tiga tahun lalu. Sementara ibunya, sudah tidak diketahui lagi keberadaannya karena sudah meninggalkan Rosma ketika masih berusia sekitar satu tahun dan sampai sekarang belum pernah datang menengok anaknya.

“Sudah sembilan tahunan, saya merawat Rosma. Sejak kecil kondisinya sudah lumpuh,” kata Rani.

Kondisi Rani juga bikin haru. Rumah yang ditempati ukurannya tidak seberapa besar dan berlantai tanah. Sementara dinding rumahnya terbuat dari anyaman bambu.

Sehari-hari, Rani bekerja sebagai petani. Saat pergi ke sawah, ia terpaksa meninggalkan Rosma sendirian di rumah.

Beberapa hari lalu, kondisi nenek dan cucunya itu sempat viral di media sosial. Dari informasi media sosial inilah kemudian ada sejumlah pihak yang menyalurkan bantuan ke rumah Rosma. Selain uang, bantuan yang datang juga berbentuk barang, dan bahan makanan.

 

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...