Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Besok, Venue Porprov 2022 di Kudus Ditinjau

0 78

MURIANEWS.com, Kudus – Peninjauan beberapa venue cabang olahraga untuk gelaran Porprov 2022 oleh tim verifikasi Porprov Jateng dijadwalkan akan dilakukan besok. Setelah sebelumnya peninjauan beberapa venue dilakukan pekan lalu harus mundur ke pekan ini.

“Besok akan ditinjau,” ucap Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kudus Antoni Alfin ketika ditemui di kantornya, Selasa (8/10/2019) pagi

Alfin mengatakan, berdasar informasi, Kudus akan jadi kabupaten kedua yang ditinjau setelah Jepara. Sedang hingga pekan kemarin baru Solo Raya yang telah ditinjau venuenya. Sementara untuk Semarang dan Tegal akan menunggu Pati Raya di survey terlebih dahulu.

“Jadi yang sudah baru Solo,” katanya.

Berbicara teknis, pihaknya pertama-tama akan memaparkan terlebih dahulu kesiapan venue di Kudus pada tim verifikasi. Kemudian pihak tim akan memutuskan akan ke venue mana mereka akan meninjau.

“Jadi ya memang kami harus menyiapkan semua venue,” lanjutnya

Kesiapan venue beserta sarprasnya hingga kini memang terus dilakukan. Hanya tidak bisa berskala besar-besaran. Penyiapan hanya dilakukan untuk gelaran Popda pada 2020 nanti. Gelaran Poda juga akan digunakan untuk evaluasi venue .

“Sambil jalan kami evaluasi, kami lihat yang kurang dan kami persiapkan,” jelas Anton.

Terkait peluang menjadi tuan rumah, Anton mengaku tetap optimistis Pati Raya bisa menjadi tuan rumah Porprov di 2022 mendatang. Pati Raya sendiri akan bersaing dengan empat kota lain. Yakni Solo Raya, Semarang, Tegal dan Pemalang.

“Kami optimistis saja, kami persiapkan semuanya,” ucapnya.

Pemberdayaan serta peningkatan kualitas atlet juga terus digalakkan. Pemberian intensiv pada ppara juga pihaknya lakukan. Dengan tujuan atlet tidak akan lari ataupun ‘dicuri’ daerah lain. Mengingat fenomena tersebut sering terjadi menjelang mepet kompetisi.

“Kami tak ingin itu terjadi,” tandas Anton.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.