Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

PPRK: Kenaikan Harga Cukai Tak Logis

MURIANEWS.com, Kudus – Naiknya tarif cukai hingga 23 persen per Januari 2020 mendatang, kembali mendapat tanggapan dari para pelaku usaha. Kali ini, giliran Persatuan Perusahaan Rokok Kudus (PPRK).

Ketua PPRK Agus Sarjono mengatakan, kenaikan tarif cukai rokok dengan besaran tersebut dinilai tidak logis. Pihaknya pun berencana sesegera mungkin menyampaikan kegelisahannya ke pemerintah pusat.

“Kami akan berupaya audiensi dengan kementerian terkait persoalan ini. Ini terlalu memberatkan,” katanya, Selasa (8/10/2019).

Agus beranggapan, alasan dasar dinaikkan harga tarif cukai, adalah pemerintah ingin menurunkan jumlah konsumsi. Hanya, kenyataan di lapangan tanpa adanya kenaikan tarif pun jumlah konsumsi sudah menurun.

“Naik sebesar itu jelas tidak adil jika dibandingkan dengan kontribusi pengusaha rokok ke negara,” katanya.

Belum lagi, masalah yang bisa timbul setelah kenaikan tersebut. Mulai dari penurunan produktivitas rokok lantaran mahalnya cukai hingga berkurangnya pendapatan. Akibatnya akan berdampak pada perampingan buruh rokok.

“Cukai yang naik tentunya berpengaruh pada daya beli masyarakat. Efeknya akan domino dan berdampak pada pengurangan karyawan,” lanjutnya.

Hinga kini sejumlah serikat pekerja industri rokok telah menyampaikan keluhannya kepada PPRK. Gagasan turun ke jalan guna menyampaikan keluhan juga sempat digaungkan beberapa serikat pekerja. Karena khawatir adanya pengurangan tenaga kerja.

“Sedangkan Menteri Ketenagakerjaan RI, Hanif Dhakiri meminta agar rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) tidak dilakukan oleh industri hasil tembakau dalam menyikapi kenaikan cukai. Ini kan dilema,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...