Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Dosen UNS Solo Temukan Materi Pengganti Tulang Rusak dari Sapi

0 71

MURIANEWS.com, Solo – Selama ini tim medis di Indonesia menggunakan bone graft atau pengganti tulang rusak yang didatangkan secara impor. Harga bone graft impor itu pun sangat mahal mencapai jutaan rupiah.

Namun dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Joko Triyono berhasil menemukan bone graft lokal yang lebih murah. Materi pengganti tulang rusak itu ia ambil dari tulang sapi. Alhasil harganya pun jauh lebih murah. Produknya ia beri nama Se-mar Bone.

“Saya dan tim mengembangkan bone graft yang terbuat dari bahan xenograft atau dari tulang sapi. Untuk tulang sapi ini diambil dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Jagalan, Solo,” katanya dikutip dari Antara pada Selasa (8/10/2019).

Ia mengatakan selama ini dokter di Indonesia biasa menggunakan bone graft impor, seperti Bio-oss dan Bongros dari Korea.

“Harga produk impor ini sangat mahal yaitu Rp 1,7 juta/5 cc. Sedangkan kalau kita pakai Semar bone graft ini harganya jauh lebih murah yaitu Rp 400.000/10 cc,” ujarnya.

Ia menjelaskan, cara membuat Se-Mar Bone yaitu dengan pemilihan bahan berupa tulang sapi yang masih segar. Selanjutnya, tulang tersebut melewati proses demineralisasi dan deproteinisasi, yaitu proses menghilangkan kandungan mineral dan protein.

“Ini dilakukan dengan cara tulang dijemur matahari kemudian direbus dengan air mendidih sebanyak tiga kali. Kemudian tulang dipotong menjadi bagian kecil-kecil dengan ukuran 10x10x10 mm,” terangnya.

Selanjutnya, tulang yang sudah dipotong kecil-kecil ini dipanaskan pada oven dengan suhu 1.200 derajat celcius dan ditahan selama dua jam serta dilakukan proses sterilisasi bahan.

Menurut dia, dipilihnya tulang sapi karena ingin memanfaafkan produk lokal. “Saya melihat tulang sapi ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Sehingga kami berusaha untuk bisa memaksimalkannya. Tentunya harga bahan bakunya juga murah,” katanya.

Ia mengatakan hasil temuan tersebut sudah diujicobakan pada tikus putih kerja sama dengan Fakultas Peternakan UGM. Dan hasilnya tidak ada peradangan, tidak ada infeksi, serta ada tulang yang tumbuh.

 

Penulis: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha
Sumber: Antara

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.