Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tidak Berizin, Lima Toko Modern Ditutup Paksa

0 1.882

MURIANEWS.com, Jepara – Lima toko modern di wilayah Jepara ditutup paksa oleh Satpol PP Jepara, Senin (7/10/2019). Penutupan paksa ini dilakukan setelah dipastikan toko-toko tersebut tak dilengkapi izin yang disyaratkan.

Tim Satpol PP melakukan penutupan terhadap lima unit toko modern tersebut dengan cara menggembok toko dan memasang garis pembatas Satpol PP. Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan,  Ketertiban Umum, dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Jepara Anwar Sadat memimpin langsung penutupan ini.

Anwar Sadat menyatakan, lima toko tersebut masing-masing berada di Desa Wedelan, Kecamatan Bangsri di Jalan Wahid Hasyim, Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan, Desa Lebuawu, Kecamatan Kalinyamatan, dan Desa Pelang, Kecamatan Mayong.

Menurutnya, toko disegel karena tidak memiliki izin sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 14 Tahun 2017 tentang Penataan Pasar Rakyat dan Toko Swalayan. Tindakan tegas diambil setelah pengelola kelima toko tidak mengindahkan tiga kali surat peringatan yang sebelumnya sudah diberikan.

“Sebelumnya pengelola toko sudah kami beri penjelasan agar mengurus perizinan sesuai ketentuan dalam Perda Penataan Pasar Rakyat dan Toko Swalayan. Kami memberikan tiga kali surat peringatan (SP). Tapi tidak ada respon. Kami akhirnya bertindak tegas,” ujar Anwar Sadat.

SP pertama  diberikan pada 18 Juni 2019. Selanjutnya SP kedua 9 Juli 2019. Dalam dua kali SP ini, pengelola diberi waktu 14 hari sejak SP diberikan, agar ada tindak lanjut mengurus izin ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jepara. Namun hal itu tidak dilakukan.

Karena tidak ada respon, disampaikan SP ketiga pada 9 September 2019 dan memberi waktu tujuh hari agar ada tindak lanjut di lapangan. Maka setelah toleransi dirasa cukup, tim melakukan tindakan tegas berupa penyegelan/penutupan.

“Dalam prosesnya, sebelum penyegelan dilakukan, petugas mempersilakan penjaga toko mengeluarkan barang-barang yang akan kedaluwarsa dalam waktu dekat, serta barang-barang lain yang dibutuhkan selama pekiraan waktu penyegelan hingga penyelesaian pengurusan izin,” jelas Anwar Sadat.

Penutupan ini, dilakukan sementara sampai proses perizinannya selesai. Jika sudah ada izin, toko dipersilahkan buka kembali.

Pegawai Toko di Wedelan,  Arumita membenarkan pihaknya sudah tiga kali mendapat SP. Semuanya langsung diserahkan ke pimpinan. Setahu pihaknya setelah SP3 bagian perizinan perusahaan sudah melakukan tindak lanjut. Namun, kemungkinan belum selesai.

Sementara itu pemilik toko modern di Jalan Wahid Hasyim Habli Mubarok mengaku, pihaknya sudah mengurus perizinan setelah mendapatkan peringatan. Namun hingga saat ni memang belum selesai. “Sudah jalan namun belum selesai,” kata Habli Mubarok.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.