Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Dipungut Biaya Rp 600 Ribu, Warga Kedungdowo Kudus Laporkan Dugaan Pungli PTSL

0 2.298

MURIANEWS.com, Kudus – Sejumlah warga Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu mendatangi Kejaksanaan Negeri (Kejari) Kudus, Senin (7/10/2019). Didampingi LSM Gerakan Jalan Lurus, mereka melaporkan dugaan pungli Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Salah satu warga Muhammad Lukman mengatakan, pihaknya bersama dengan sejumlah warga sengaja mendatangi Kejari Kudus. Maksudnya adalah untuk mengajukan laporan dugaan pungli terjadi pada PSTL di desa mereka. Terlebih biaya PTSL yang ditetapkan hanya Rp 150 ribu, namun mereka mengaku ditarik hingga Rp 600 ribu oleh panitia PTSL.

“Kami menduga ada main-main pihak panitia maupun Kepada Desa Kedungdowo. SKB menteri agraria, menteri dalam negeri, dan menteri dinas tertinggal surat keputusan bersama (SKB)-nya nominal 150 ribu, tapi nyatanya ada kuitansi 600 ribu,” terangnya dia saat ditemui di Kejari Kudus, Senin (7/10/2019).

Tak hanya itu, selain besaran dana hingga Rp 600 ribu, warga juga mengaku dimintai tambahan uang sebesar Rp 300 ribu. Namun nominal tersebut tidak terdapat kuitansinya. Sehingga tidak bisa diajukan dalam alat bukti.

“Untuk korban secara pasti kami belum mengetahui. Informasi yang kami dapatkan ada 1.000 sertifikat bidang tanah. Karena ada masing-masing warga yang mengajukan satu orang bisa satu atau dua, atau tiga bidang tanah,” ungakpnya.

Untuk itu, ia berharap kepada Kejari Kudus untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Ia mengatakan, ada beberapa pihak yang dilaporkan, yakni dari panitia PTSL di Desa Kedungdowo dan pihak lainnya.

“Yang kita laporkan pantia PTSL dan stekholder terkait pembayaran PTSL hingga Rp 600 ribu,” terangnya.

Sementara itu, Perwakilan LSM GJL Deni Wibowo mengatakan, selain akan melaporkan kepada Kejari, pihaknya juga akan melaporkan dugaan pungli tersebut ke Polres Kudus.

“Ini setelah ini kita akan laporkan ke Polres, kemudian Badan Petanahan Negara, hingga akan kami sampaikan ke Plt Bupati Kudus,” tambahnya.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.