Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pelayanan Disoal, Politisi Gerindra: RSUD Pati Seharusnya Tak Hanya Cari Untung

0 351

MURIANEWS.com, Pati – Layanan di RSUD RAA Soewondo Pati yang dikeluhkan oleh masyarakat, ternyata tidak hanya kali ini saja terjadi. Hal itu diindikasi sudah berlangsung sejak lama.

Politisi Partai Gerindra yang juga mantan anggota DPRD Pati Awi mengaku sering menerima pengaduan dari masyarakat. Bahkan dia pernah mengalaminya sendiri.

“Pernah saya marah di RSUD saat mengantar mertua berobat. Kami sudah antre sejak pagi, tetapi dokter di Poli Penyakit Dalam tidak datang-datang. Padahal saat itu yang antre sudah banyak,” ujar mantan Ketua Komisi C DPRD
Pati itu, Kamis (3/10/2019).

Dia sempat menyampaikan kondisi tersebut kepada direktur. Tidak berselang lama, pelayanan di poli tersebut pun dimulai.

“Saya merasakan betapa repotnya orang berobat di sana. Tetapi pelayanannya masih jauh dari apa yang diharapkan. Mungkin saja kalau tidak saya komplain saat itu, maka pelayanan akan semaunya,” katanya.

Menurutnya, rumah sakit pemerintah, apalagi yang menyandang akreditasi paripurna dan berpredikat bintang lima, harus mengedepankan pelayanan prima dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Ia menyebut, RSUD bukan sebuah perusahaan meskipun berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Status BLUD memberi keleluasaan RSUD menerapkan praktik bisnis sehat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Lebih lanjut, keleluasaan tersebut bukan untuk mencari keuntungan, tetapi justru untuk mendukung fungsi sosialnya, yakni pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik.

Baca juga:

Dia berharap, perubahan dilakukan RSUD yang selama ini kerap mendapat komplain karena pelayanannya. Mengingat, kesehatan masyarakat merupakan bagian dari urusan negara yang dilaksanakan melalui tempat layanan kesehatan, baik rumah sakit maupun Puskesmas.

“Kalau masih ada kabar, bahwa warga miskin kesulitan mendapatkan akses pelayanan di rumah sakit, maka itu fatal. Termasuk jika pelayanan baru diberikan kepada warga kecil ketika didampingi pengacara atau pihak yang mengerti hukum, itu juga ironis,” tandasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.