Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ternyata Ada Kamus Basa Jepara Berbasis Android

MURIANEWS.com, Jepara – Budaya khas Jepara melahirkan bahasa Jepara yang juga memiliki karakter tersendiri. Meski tetap menggunakan bahasa Jawa, namun penggunaannya di masyarakat Jepara berbeda dibanding daerah lain di Jawa.

Bila tidak memahaminya, pada akhirnya memang akan sulit memahami maksud dan artinya.

Sebagai daerah wisata yang mulai menggeliat, keadaan ini tentu bisa menimbulkan kendala komunikasi. Terutama bagi masyarakat dari luar Jepara yang datang berwisata atau keperluan lainnya. Situasi inilah yang kemudian mendorong beberapa dosen di Unisnu Jepara membuat inovasi.

Setelah melakukan penelitian, Tim Unisnu yang terdiri dari Aliva Rosdiana, Olyvia Revalita Candraloka dan Harminto Mulyo, menciptakan Kamus Jawa-Jepara berbasis Adroid.

Dibiayai oleh dana hibah penelitian dari Kemenristek Dikti dengan skema Penelitian Dosen Pemula, Aliva Rosdiana dkk mengangkat judul Kamus Bahasa Jawa Jepara Berbasis Android Dalam Kajian Leksikografi.

Menurut Aliva, pemanfaatan teknologi yang ada dalam smartphone menjadi alasan pembuatan kamus Android ini. Era teknologi revolusi industri 4.0 menuntut ketersediaan informasi dengan cepat, tepat, dan praktis. Maka, kamus Jawa-Jepara berbasis Android merupakan pilihan yang tepat dibandingkan kamus manual.

“Kami membutuhkan waktu selama sekitar delapan bulan. Mulai dari proses pengumpulan data, wawancara, penyusunan, pengkategorian bahasa Jawa, hingga membuat desain prototipe untuk kamus Android. Agustus 2018 lalu kamu rilis program ini, dan bisa diunduh di Playstore program Android,” ujar Aliva Rosdiana, Selasa (1/10/2019).

Menurut Aliva, bahasa yang dipakai di Jepara memiliki beberapa gejala bahasa yang terkadang bisa membingungkan bagi orang dari luar Jepara. Misalnya ada gejala penghapusan awal kalimat, misalnya ‘Pecangaan’ berubah menjadi ‘Cangaan’. Lalu ada gejala bahasa subsitusi, misalnya ‘enak’ diucapkan menjadi ‘inuk’.

Lalu ada gejala distorsi pembalikan. Ini berlaku misalnya pada kata ‘jenenge’ menjadi ‘Jengene’. Untuk memberi penekanan, kadang ada penambahan vocal. Seperti pada kata ‘akeh’ menjadi ‘uakeh’. Juga ada kesalahan prosodi yang mana ada perbedaan penekanan, ritme dan intonasi yang berbeda dengan bahasa Jawa lain.

“Bahasa sehari-hari masyarakat Jepara sangat unik. Bagi warga luar Jepara ini bisa membingungkan. Para wisatawan yang ke Jepara kami kira membutuhkan kamus Basa Jawa-Jepara ini,”tambah Aliva Rosdiana.

Sejak direlease setahun yang lalu, aplikasi Kamus Basa Jawa-Jepara ini sudah diunduh sekitar 100-an orang. Dari Playstore, aplikasi ini bisa diunduh dan langsung digunakan.

Aplikasi ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Jepara.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...