Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Begini Penjelasan Pemdes Undaan Lor Terkait Dana P3A

0 247

MURIANEWS.com, Kudus – Sekretaris Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan Najib memberikan tanggapan atas kedatangan belasan warga di Balai Desa Undaan Lor, Selasa (1/10/2019). Permasalahan uang Perkumpulan Petani Pengguna Air (P3A) sebesar Rp 380 juta tidak dipinjam secara pribadi oleh Kepala Desa Undaan Lor Edi Pranoto seperti yang dituduhkan warga tersebut.

Menurutnya, dana ratusan juta tersebut digunakan sudah berdasarkan aturan, yakni berdasarkan musyawarah pemerintah desa dengan BPD desa. ”Sehingga ini tida ada masalah. Karena sudah ada persetujuan dari teman-teman BPD juga,” katanya.

Ia menceritakan, di tahun 2016, pemerintah desa mengikuti lomba desa. Untuk mengikuti lomba itu, dari pemerintah desa sebelumnya sudah bertanya dan melakukan musyawarah dengan para tokoh masyarakat setempat. Apakah, pemdes Undaan Lor serius mengikuti lomba itu atau hanya sekadar berpartisipasi.

Baca Juga: Geruduk Balai Desa, Warga Undaan Lor Tuntut Kades Kembalikan Dana P3A

“Dari situ ada keinginan untuk menjadi juara. Sehingga membutuhkan dana yang cukup besar,” terangnya.

Dana besar tersebut, lanjutnya, untuk merubah wajah desa. Beberapa di antaranya membangun infrastruktur jalan, jembatan, joglo hingga balai desa. Hanya, saat selesai, ternyata dana dari pemerintah desa tidak cukup.

“Dana yang dikeluarkan ternyata cukup besar. Pemdes dengan BPD waktu itu berpikir bagaimana caranya supaya infrastruktur yang dibangun bisa selesai,” jelasnya.

Akhirnya, dana dari P3A itu digunakan untuk menututp kebutuhan pemerintah desa untuk membangun beberapa fasilitas. Pembangunan itu untuk mengikuti ajang lomba desa.

“Saat itu, pak kades akhirnya meminta secara pribadi untuk kepentingan masyarakat. Saya nyilah (pinjam) untuk desa, bukan untuk pribadi. Jadi kalau ada anggapan dana itu untuk memperkaya diri tidak benar. Apalagi untuk beli kendaraan itu bukan, namun untuk lomba desa,” terangnya.

Hanya saja, ada kesalahfahaman dari masyarakat. Akhirnya, warga melaporkan kepala desa ke polisi dengan dalih utang piutang. Padahal, kegunaan uang tersebut diperuntukkan untuk kebutuhan desa.

”Jadi ada perbedaan saat laporan di Polres dengan data pemdes. Tapi saat itu sepertinya sudah selesai,” tandasnya.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Supriyadi

Ucapan Idul Fitri 1441 H Banner Bawah PC

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.