Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kemarau Bikin Penyakit ISPA di Jepara Meningkat

MURIANEWS.com, Jepara – Kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Jepara tidak hanya memberi dampak krisis air di beberapa wilayah. Namun kemarau yang terjadi juga menimbulkan dampak bagi kesehatan sebagian masyarakat Jepara.

Kepada Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara Mundrikatun menyatakan, dalam musim kemarau saat ini, penyakit ISPA (infeksi saluran pernafasan akut) terdeteksi meningkat. Mulai Juni 219 penyakit ISPA bahkan sudah mulai dilaporkan banyak terjadi.

Pada Juni lalu, DKK Jepara mencatat ada 69 kasus ISPA terjadi. Jumlah tersebut secara signifikan bertambah pada Juli. Saat itu sudah ada 110 kasus ISPA yang terjadi. Selanjutnya melesat lagi pada bulan Agustus menjadi 171 kasus.

“Musim kemarau kami kira turut andil dalam masalah ini. Mungkin timbul banyak debu dan terhirup masyarakat dalam jumlah banyak,” ujar Mundrikatun, Senin (30/9/2019).

Selain itu ada juga faktor lain yang juga ikut mendukung. Budaya hidup sehat yang belum sepenuhnya ada di masyarakat juga membawa dampak. Di saat banyak debu yang beterbangan, kadang-kadang masyarakat masih suka mengabaikan kebersihan atas makanan yang dikonsumsi.

Penggunaan alat pengaman diri kadang juga tidak dianggap penting oleh masyarakat. Misalnya saja mengenakan masker saat bepergian, tidak semua orang menganggapnya sebagai hal penting. Sehingga kadang udara kotor terhirup dan menyebabkan infeksi di pernafasan.

“Kemarau banyak menimbulkan debu. Debu-debu banyak mengandung kotoran atau bakteri, lalu terhirup. Jadilah sakit. Jajan sembarangan juga menyebabkan masalah pada musim seperti ini,” tambah Mundrikatun.

Sesuai dengan data yang ada di DKK Jepara, penyakit ISPA biasanya sering menjakiti pada usia bayi sampai umur 10 tahun. Kasus ISPA paling banyak ditemukan di wilayah Kecamatan Welahan. Lalu berturut-turut di Kecamatan Keling dan Kecamatan Pecangaan.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...