Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Seluruh Daerah di Jateng Siap Terapkan Kurikulum Antikorupsi

0 33

MURIANEWS.com, Solo – Seluruh kepala daerah di Jawa Tengah menyatakan siap menerapkan kurikulum antikorupsi. Kurikulum ini akan diterapkan di semua lini pendidikan mulai dari tingkat SD hingga SMA.

Kesiapan ini ditunjukkan dengan penandatanganan implementasi pendidikan antikorupsi bupati/walikota se-Jawa Tengah di sela-sela Roadshow Bus KPK 2019 “Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi”, Jumat (27/9/2019).

Dalam kegiatan yang diinisiasi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo itu juga dihadiri Wakil Ketua KPK Alexander Marwata. Ganjar mengatakan, pendidikan antikorupsi ini akan membentengi para pelajar dari jiwa korupsi.

Di Jateng sudah ada 23 sekolah sebagai pilot project sekolah berintegritas. Saat ini jumlahnya terus berkembang menjadi 367 sekolah yang mendaftar secara sukarela.

Dari 367 itu, 160 di antaranya merupakan SMA negeri. Sekolah berbasis kurikulum antikorupsi tersebut bakal mendapat pengawalan khusus dari KPK. Penerapan kurikulum itu mulai jenjang SD hingga SMA.

Ganjar menyatakan, ada beragam cara untuk menguatkan upaya pemberantasan korupsi, sehingga tidak harus menunggu pelatihan dari KPK. Ia mencontohkan, pembentukan agen antikorupsi yang bisa dilepas di tengah masyarakat.

“Kita juga dorong perguruan tinggi untuk program KKN-nya tematik, bicara anti korupsi. Sosialisasi antikorupsi bisa ke sekolah, memasukkan ke kurikulum. Di TK misalnya dengan membuat permainan-permainan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Jumeri mengatakan, saat ini sudah ada buku-buku pelajaran yang diintegrasikan dengan pendidikan antikorupsi oleh KPK.

Ia juga menyebut, KPK bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng telah mengumpulkan kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota se-Jateng. Ke-23 sekolah percontohan itu nantinya akan memaparkan kurikulum tersebut secara berkala.

“Targetnya 367 sekolah itu bakal mulai menerapkan kurikulum pendidikan antikorupsi di mapel (mata pelajaran) pada akhir tahun ini,” tuturnya.

Kurikulum antikorupsi yang akan disisipkan di antaranya tak ada lagi biaya sekolah di luar prosedur, menyisipkan materi antikorupsi di setiap mata pelajaran, membuat slogan-slogan antikorupsi, hingga merevisi peraturan yang membuka peluang untuk korupsi.

Hal senada juga diungkapkan Fungsional Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (Dikyanmas) Kedeputian Pencegahan KPK Anissa Rahmadhany. Menurutnya, KPK telah menyiapkan draft sebagai acuan penerapan pendidikan antikorupsi bagi siswa di setiap mata pelajaran.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.