Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sebagian Jateng Mulai Masuk Masa Peralihan ke Musim Hujan

0 1.763

MURIANEWS.com, Semarang – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan saat ini sebagian wilayah di Jawa Tengah sudah memasuki masa pancaroba (peralihan ke musim hujan). Beberapa wilayah itu di antaranya di Jateng bagian selatan dan wilayah pegunungan tengah Jateng.

Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meterologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo menyatakan, pihaknya telah melakukan pemantauan dan melihat ada tanda-tanda menuju pancaroba.

“Sudah mulai terlihat di sejumlah wilayah Jateng selatan maupun pegunungan tengah Jateng. Seperti di Cilacap yang dalam tiga hari ini sudah mulai kelihatan banyak awan dan dua hari lalu terjadi gerimis. Lambat laun nanti akan menuju ke pancaroba,” katanya dilansir Antara, Kamis (26/9/2019).

Selain itu, tanda-tanda masuknya pancaroba adalah terjadinya angin puting beliuang. Dan di Kabupaten Wonosobo, pada Rabu (25/9/2019) telah terjadi angin puting beliung yang merusak puluhan rumah warga.

Menurut dia, angin puting beliung yang sering kali muncul pada masa pancaroba ditandai dengan kondisi cuaca pada pagi hari terlihat cerah. Namun menjelang siang menjadi mendung. serta tampak adanya awan Cumulonimbus (Cb) yang berwarna gelap dan berbentuk seperti bunga kol.

“Angin puting beliung ini sifatnya lokal dan terjadinya singkat berbarengan dengan hujan yang disertai petir. Hujan pada masa pancaroba masih sporadis dan arah angin bervariasi,” ujarnya.

Mengenai prakiraan awal musim hujan, Teguh mengatakan hal itu di setiap daerah berbeda-beda. Namun untuk sebagian besar wilayah Kabupaten Cilacap dan Banyumas diprakirakan mulai pertengahan Oktober 2019.

Ia menyebut, suatu wilayah dikatakan telah memasuki awal musim hujan jika curah hujan dalam tiga dasarian (10 harian) berturut-turut sudah lebih dari 50 milimeter per dasarian.

“Kalau curah hujan pada dasarian pertama mencapai 50 milimeter, dasarian kedua misalnya 25 milimeter atau kurang dari 50 milimeter, dan dasarian ketiga lebih dari 50 milimeter, itu belum bisa dikatakan sebagai awal musim hujan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala BMKG Banjarnegara Setyoajie Prayoedhi juga mengatakan, saat ini wilayah Banjarnegara, Banyumas dan Purbalingga sudah memasuki pancaroba. Ia menyebut beberapa terakhir sudah muncul potensi hujan ringan yang bersifat lokal.

“BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas ringan akan mengguyur Banjarnegara, Cilacap dan Banyumas pada Kamis sore hingga malam hari,” katanya.

Menurut dia, potensi hujan di tiga wilayah telah dinantikan oleh warga setempat menyusul kekeringan dan krisis air bersih yang terjadi di sejumlah wilayah.

Kendati demikian, pihaknya mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kondisi cuaca ekstrem yang bisa terjadi saat musim pancaroba.

“Anomali cuaca dikhawatirkan terjadi pada musim peralihan. Masyarakat jangan panic, namun tetap waspada, terutama yang tinggal di wilayah rawan bencana tanah longsor,” pungkasnya.

 

Penulis: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha
Sumber: Antara

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.