Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Enam Bulan Jualan di Tempat Relokasi, PKL Alun-Alun Pati Merasa Sengsara

MURIANEWS.com, Pati – Enam bulan sudah para pedagang kaki lima (PKL) Alun-Alun Pati direlokasi di Pusat Kuliner belakang GOR Pesantenan. Namun, sampai saat ini banyak PKL yang mengeluh karena kondisinya tidak semakin membaik. Bahkan, banyak di antara mereka yang pindah dan mengosongkan lokasi.

Khasanah (57) warga Dukuh Setulan RT 2 RW 1 Desa Sidoharjo, Kecamatan Pati yang merupakan penjual empek-empek di pusat kuliner itu mengakui hal tersebut. Selama enam bulan, omzet yang didapatkan jauh dari harapan.

“Kalau hari-hari biasa, semalam dapat Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu. Kalau malam Minggu, biasanya dapat Rp 100 ribu. Itu omzet, bukan keuntungan,” katanya, Selasa (25/9/2019).

Dia bercerita, setiap malam hanya menunggui dagangan yang terkadang tidak laku sama sekali. Jika sudah begitu, dirinya hanya bisa pasrah dan memberikan empek-empek dagangannya kepada pedagang yang lain.

Para PKL Alun-Alun Simpang Lima sedang berkumpul. (MURIANEWS.com/Cholis Anwar)

Padahal, untuk membeli bahan baku, dirinya harus mengeluarkan banyak uang. Barang juga cepat basi. Risikonya, bahan tidak bisa ditimbun lebih lama, sehingga sehari harus habis.

Dia membandingkan, pada saat masih di Alun-Alun Pati, omzet yang didapat Khasanah, paling sedikit Rp 100 ribu. Bahkan kalau malam Minggu, omzet bisa sampai Rp 500 ribu.

“Pembeli di alun-alun kan banyak, tanpa parkir pun (pembeli) bisa langsung beli dan dibawa pulang. Tapi kalau di belakang GOR itu kan sepi,” tuturnya.

Dia juga meminta agar para PKL relokasi itu benar-benar diperhatikan. Mengingat, selain tempat relokasi yang sepi, tempatnya juga kurang strategis.

“Kalau boleh, mami diperkenankan jualan di pinggir alun-alun jika sudah jadi. Tapi kalau tidak boleh, setidaknya diberikan tempat yang layak,” pungkasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...