Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Keturunan dan Pengikut Ajaran Samin dari Berbagai Daerah Hadiri Temu Ageng di Blora

MURIANEWS.com, Blora – Acara Temu Ageng Sedulur Sikep (Samin) di Kampung Samin Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong, dinilai berhasil menorehkan sejarah baru. Pasalnya, acara Temu Ageng yang merupakan rangkaian event Platform Indonesiana “Cerita dari Blora” itu, dihadiri seluruh keturunan dan pengikut ajaran Samin dari berbagai daerah.

Mereka ini untuk pertama kalinya bisa berkumpul dan bertatap muka sepeninggal Ki Samin Surosentiko pada tahun 1914 yang diasingkan oleh Belanda ke Sawahlunto, Sumatera Barat. Selain sedulur sikep (Samin) dari wilayah Kabupaten Blora, seperti dari Klopoduwur, Sumber, Tanduran, dan Kedungtuban, juga hadir dari Kabupaten Kudus, Pati, Rembang (Jateng) dan Kabupaten Bojonegoro (Jatim) juga hadir.

Tidak hanya para pria sepuh (tua-red), para pemuda laki-laki dan perempuan ada yang  datang dengan anak-anaknya.  Semua peserta temu ageng duduk lesehan, sama rendah dan sama tinggi di Pendapa Joglo Kampung Samin Sambongrejo.

Para sesepuh yang memimpin temu ageng diantaranya adalah Mbah Pramugi Prawiro Wijoyo sebagai tuan rumah, Mbah Lasio dari Kampung Samin Karangpace Klopoduwur, Mas Gunretno dari Pati, Mbah Bambang Sutrisno dari Bojonegoro, dan perwakilan Kudus, serta Rembang. Mereka saling berkenalan, mengenalkan anggotanya, menyampaikan pemikirannya tentang ajaran samin yang dipraktikan sehari-hari.

Acara temu ageng juga dihadiri Wakil Bupati Arief Rohman, Sekretaris Ditjen Kebudayaan Kemdikbud RI Siti Hartini, serta Kepala Dinporabudpar Blora Slamet Pamudji.

Dalam acara tersebut, Wakil Bupati Arief Rohman menyerahkan sertifikat dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang menetapkan Sedulur Sikep (Samin) Blora sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia kepada sesepuh Kampung Samin Sambongrejo, Mbah Pramugi Prawiro Wijoyo.

“Sedulur Sikep (Samin) di Blora telah banyak berkontribusi dalam pembangunan. Seperti yang dilakukan Mbah Pramugi di Desa Sambongrejo ini. Selain dalam hal pelestarian seni budaya, Mbah Pramugi juga menjadi tokoh lingkungan peraih kalpataru yang berhasil membangun sektor pertanian di desanya dengan cara cara tradisional,” jelas Arief Rohman.

Sementara itu, Mbah Pramugi Prawiro Wijoyo merasa senang dan bangga karena di kediamannya bisa menjadi tempat bertemunya seluruh sedulur sikep yang tersebar di berbagai wilayah.

“Ini sejarah baru. Sebelumnya, jika ada pertemuan sedulur sikep, yang datang hanya kaum sepuhnya saja. Namun kali ini beda karena semuanya datang sehingga kita bisa saling mengenali. Kita pererat paseduluran dan saling bertukar pikiran tentang ajaran samin,” terangnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...