Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Didorong Temannya, Siswa MTs di Jepara Koma Lima Hari dan Meninggal

MURIANEWS.com, Jepara – Peristiwa tragis terjadi di salah satu MTs, di Kabupaten Jepara. Dua orang siswa terlibat dalam sebuah insiden, hingga salah satunya akhirnya meninggal dunia.

Sebelum meninggal dunia pada Senin (23/9/2019) hari ini, korban sempat koma selama lima hari dan menjalani perawatan intensif di RSUD Kartini Jepara.

Kasus ini pun sudah dilaporkan di Satreskrim Polres Jepara dan ditangani oleh unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak).

Informasi yang didapatkan MURIANEWS.com, menyebutkan peristiwa ini berawal pada Rabu (18/9/2019) lalu. Sekitar pukul 08.00 – 10.00 WIB, korban yang berinisial MZ (14) bermain dengan temannya di depan kelas. Saat itu memang tengah tidak ada pelajaran (jam kosong).

Disebutkan, korban menduduki terduga pelaku yang berinisial EY (14) yang merupakan teman satu kelasnya. Merasa mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan, EY tersinggung, dan langsung mendorong korban dan melemparkannya.

Korban kemudian terjatuh. Pihak sekolah kemudian membawa korban ke salah satu tempat pijat.

Setelah dari tempat pijat, korban diantar pulang ke rumah orang tuanya, sekitar pukul 12.00 WIB. Sampai di rumah, korban mendapatkan bebatan perban di bangian tangan.

Beberapa saat kemudian, korban mengeluh kepada ibunya merasa sakit kepala dan mau muntah. Sehingga akhirnya pada sekitar jam 14.30 WIB korban dibawa ke salah satu klinik kesehatan di Jepara.

Dari klinik ini kemudian korban dirujuk ke RSUD Kartini Jepara. Pada Kamis (19/9/2019) dinihari, sekitar 03.00 WIB, korban diketahui mengalami koma.

Dalam kondisi koma, korban mendapatkan perawatan di RSUD Kartini Jepara sampai Senin (23/9/2019) siang, sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Laporan resmi kemudian dilakukan sang ibu ke Polres Jepara.

KBO Satreskrim Polres Jepara Iptu Hadi Riyono menyatakan, kasus ini memang benar terjadi. Pihaknya sudah menerima laporan resmi dari kasus ini. Meski demikian Hadi Riyono menyatakan belum bisa memberikan keterangan apapun terkait hal ini.

Pihaknya dalam hal ini masih melakukan penyelidikan dan penyidikan dari laporan yang telah masuk. Sehingga pihaknya merasa belum bisa menentukan dan menyampaikan langkah apa yang sudah dan akan diambil oleh pihaknya.

“Memang benar. Namun semua masih dalam proses penyelidikan. Kami belum bisa memberikan keterangan lebih jauh,” ujar Iptu Hadi Riyono.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...