Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Legalisasi Kemendikbud Keluar, Status Museum Purbakala Patiayam Masuk Tipe C

0 106

MURIANEWS.com, Kudus – Rumah Fosil Patiayam atau yang lebih dikenal sebagai Museum Purbakala Patiayam Kudus resmi berstatus museum dengan tipe C. Kepastian ini menyusul legalitasnya telah disetujui olen Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) beberapa pekan lalu.

“Sudah keluar, sekarang Museum Patiayam masuk ke golongan museum tipe c,” kata Kepala UPTD Museum dan Taman Budaya pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Kasman, Senin (23/9/2019) pagi.

Museum dengan tipe c sendiri merupakan museum dengan kategori paling kecil. Ia berada di bawah museum dengan kategori tipe B dan A. Ketetapan tersebut berdasarkan Peraturan Pemerintah RI nomor 66 tahun 2015 tentang standarisasi museum tiap dua tahun sekali.

Pada standarisasi tersebut, Kementrian berhak menaikkan standart dari sebuah museum, termasuk juga menurunkan standart museum. Semua tergantung dari pengelolaan dari museum yang bersangkutan.

“Setidaknya sudah masuk standart terlebih dahulu,” ucap Kasman.

Dengan status ini, pihaknya berjanji akan segera melakukan pengembangan. Apalagi, pihaknya juga sudah selesai membuat master plan untuk menaikkan great museum. Dengan harapan bisa menaikan tipe museum untuk setidaknya menjadi tipe B. Pengembangan akan diajukan melalui Bangub. Yang meliputi pembangunan serta pelebaran tempat display atau pajang fosil.

“Hanya memang kami saat ini fokus ke legalitas dulu, tinggal legalitas dari Bupati saja ini,” terangnya.

Ia menegaskan, legalitas dari Kemendikbud sangat diperlukan museum dengan jumlah koleksi ribuan fosil tersebut. Terutama terkait sokongan dana untuk pengembangan museum. Mengingat syarat utama Bantuan Gubernur adalah museum harus terlegalisasi kementrian.

“Pengembangannya jadi mudah mengingat akan ada sokongan dana dari sana,” ujarnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.