Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

4 Bulan Koma Usai Jadi Korban Bentrok Pesilat, Kondisi Polisi Ini Belum Sadarkan Diri

0 5.038

MURIANEWS.com, Semarang – Masih ingat dengan Aditia Mulya Ramdhani?. Polisi yang menjadi korban pengeroyokan saat mengamankan bentrok dua perguruan silat di Wonogiri beberapa bulan lalu itu, ternyata hingga kini kondisinya belum sadarkan diri.

Padahal, selama empat bulan terakhir mantan Kasat Reskrim Polres Wonogiri dan Kapolsek Pasar Kliwon Solo ini telah menjalani perawatan intensif di Singapore General Hospital.

Karena tak ada perkembangan terhadap kesehatannya, Aditia akhirnya dibawa pulang dan dirawat oleh keluarganya di rumanya di Pandanaran Hills, Kota Semarang.

Polisi yang seharusnya dilantik menjadi Kapolsek Semarang Tengah itu, hingga kini masih koma. Kondisi ini disebabkan karena Aditia mengalami kerusakan otak permanen.

Ia hanya bisa berbaring di tempat tidur tanpa bisa merespon. Padahal lulusan AKPOL tahun 2006 itu merupakan salah satu polisi dengan prestasi yang gemilang.

Dikutip dari Tribratanews Polda Jateng pada Senin (23/9/2019), Aditia juga dikenal sebagai polisi yang ramah. Bahkan menurut AKBP M Iqbal, perwira menengan di Divisi Humas Polri menyebut, jika Aditia selalu mengucap salam ketika bertemu orang.

”Dia (aditia) orang baik dan disiplin dalam menjalankan tugas,” katanya.

Meski tak bisa dilantik menjadi kapolsek di jajaran Polrestabes Semarang, ternyata Mabes Polri memberi penghargaan terhadap dedikasi Aditya. Ia mendapatkan anugerah kepangkatan luar biasa menjadi perwira menengah berpangkat Komisari Polisi (Kompol).

Seharusnya dengan pangkat itu, Aditia bisa memimpin Polsek Semarang Tengah dan dengan prestasinya selama ini, banyak pihak yakin bapak tiga anak itu akan cepat mendapat promosi kenaikan pangkat dan jabatan.

Baca: Kasat Reskrim Kritis Jadi Korban Bentrok PSHT dan PSH Winongo di Wonogiri

Diberitakan sebelumnya, Aditia menjadi korban pengeroyokan saat mengamankan bentrok antara PSHT dan PSH Winongo di Wonogiri pada Rabu (8/5/2019). Saat itu ia menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Wonogiri dengan pangkat AKP.

Akibatnya pengeroyokan itu, Aditia Mulya Ramdhani belum sadarkan diri hingga sekarang. Ia sempat dirawat di Ruang ICU RS dr Oen Solo Baru, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, sebelum diterbangkan ke Singapura untuk mendapat perawatan intensif pada Kamis (16/5/2019).

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.