Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kekeringan di Jepara Meluas, 14 Desa Krisis Air

0 192

MURIANEWS.com, Jepara – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara mencatat kekeringan di Kabupaten Jepara semakin meluas. Mulai awal bulan September 2019 hingga saat ini, sedikitnya 14 desa terdampak atau krisis air dan membutuhkan bantuan.

Cakupan wilayah yang terdampak krisis air ini menjadi yang terbanyak selama 2019. Sebelumnya BPPD Jepara mencatat hanya delapan desa yang mengalami krisis air pada akhir Agustus 2019 lalu. Namun dalam sebulan, menjelang akhir Sepetember wilayah yang terdampak menjadi lebih banyak.

Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Jepara Jamaludin menyatakan, pada bulan September lalu baru sembilan desa terdampak kekeringan. Namun seiring dengan musim kemarau yang mulai mencapai puncaknya, jumlah desa yang terdampak menjadi 14 desa.

Desa-desa yang terdampak di antaranya Desa Blimbingrejo dan Desa Tunggulpandean (Nalumsari), Desa Pendem (Kembang), Desa Raguklampitan (Batealit), Desa Kunir dan Desa Jlegong (Keling), Desa Karangaji, Desa Tedunan, dan Desa Kedungmalang (Kedung), Desa Kaliombo, Kecamatan Pecangaan, Desa Tunggulpandean (Nalumsari), Desa Plajan (Pakis Aji), Desa Mayong Kidul (Mayong) dan Desa Karimunjawa (Karimunjawa).

“Desa-desa yang terdampak kekeringan mendapatkan bantuan air bersih secara rutin dari BPBD sekitar tiga hari sekali. Bantuan tersebut merupakan bantuan CSR sejumlah perusahaan dan juga kantor di Kabupaten Jepara, ujar Jamaludin, Sabtu (21/9/2019).

Pada kesempatan terakhir, di Desa Kaliombo, pemberian bantuan air bersih dilakukan oleh KPP (Kantor Pelayanan Pajak) Pratama Jepara. Pada kesempatan itu, KPP Pratama Jepara menyalurkan 10 truk tangki air bersih.

Kepala KPP Pratama Jepara Endaryono berharap, bantuan yang diberikan pihaknya bisa memberi manfaat bagi masyarakat. Masalah air bersih memang merupakan masalah urgen bagi masyarakat. Sehingga kebutuhan ini, pemenuhannya harus dibantu.

“Mudah-mudahan bisa meringankan beban masyarakat di wilayah krisis air. Kami tentu akan membantu yang bisa kami lakukan,” ujar Endarnyono, secara terpisah, Sabtu (21/9/2019).

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.