Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Gubernur Jateng Gandeng Gojek Wujudkan Provinsi Cerdas

0 44

MURIANEWS.com, Jakarta – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Jumat (20/9/2019) mengunjungi markas Gojek di Kawasan Blok M, Jakarta. Kunjungan ini untuk mengikat kerja sama antara Pemprov Jateng dengan decacorn asal Indonesia.

Ganjar Pranowo menyebut, Gojek digandeng untuk mewujudkan program Jateng sebagaui provinsi cerdas (Smart Province). Terlebih pada 31 Agustus 2019 lalu, Jateng telah mengeluarkan Perda tentang Provinsi Cerdas.

Gubernur berambut putih itu menyebut, penerapan Provinsi Cerdas ini akan berbasis Informatika dan Teknologi (IT). Gojek digandeng untuk meningkatkan performa pelayanan terhadap masyarakat.

“Prinsipnya untuk menerapkan sistem pelayanan mudah, murah dan cepat. Juga seiring perkembangan zaman, digitalisasi tidak akan terhindarkan,” katanya.

Menurut Ganjar apa yang telah dilakukan Gojek, lewat berbagai platform yang tersedia bisa disinergikan untuk menunjang Smart Province.

“Apa yang dilakukan kawan-kawan di Gojek ini sangat menginspirasi karena bisa menyelesaikan banyak persoalan. Agar lebih mudah dalam operasionalnya maka jalinan kerja sama ini dibutuhkan dan tidak menutup kemungkinan akan bekerja sama dengan platform lainnya,” katanya.

Di Jawa Tengah saat ini Gojek telah menjalin kerja sama dengan Trans Semarang, serta pembayaran pajak. Oleh karena itu, dalam waktu dekat Jawa Tengah diakui sebagai provinsi yang siap untuk menerapkan Smart Province.

Sementara itu, CEO Gojek Nadiem Makarim mengatakan banyak hal yang bisa direlasikan antara Provinsi Jawa Tengah dengan Gojek. Menurut dia, fokus yang bisa dikembangkan di antaranya UMKM, transportasi, tiket wisata, pengangkutan, promosi even dan pajak.

”Kami sudah menggandeng 30 ribu UMKM di Jawa Tengah. Selain itu, juga ada 100 ribu Goride dan 30 ribu GoCar,” terangnya.

Ia menyebut, transaksi yang masuk pada mitra-mitra Gojek itu pun dinilainya sangat besar. Hingga Agustus 2019 saja tercatat sudah ada 4,1 juta transaksi.

“Namun ujung-ujungnya adalah pemberdayaan UMKM dan pelayanan. Dengan begitu taraf perekonomian serta layanan masyarakat akan naik,” pungkasnya. (lhr)

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.