Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Buruh Cangkul Ngaku Polisi, Perdayai dan Culik Gadis Cantik Pegawai RS di Pemalang

0 1.861

MURIANEWS.com, Pemalang – Seorang gadis cantik pegawai salah satu rumah sakit di Kabupaten Pemalang, Sari (22) warga Kecamatan Pemalang, diperdayai dan diculik seorang polisi gadungan. Bahkan pelaku sempat membawa kabur korban, dan menjual barang-barang berharganya.

Pelakunya adalah Tasima (28) warga Cirebon. Ia telah ditangkap Tim Resmob Satreskrim Polres Pemalang di Indramayu Jawa Barat, Kamis (19/9/2019). Dari hasil pemeriksaan, Tasima ternyata bukan polisi melainkan hanya pekerja serabutan dan buruh cangkul di Indramayu.

Tak hanya itu, dari catatan kepolisian Tasima juga pernah memperdayai seorang perempuan di Cirebon dan menggelapkan sepeda motornya. Akibat perbuatan itu, ia harus mendekam di sel tahanan selama 20 bulan.

Setelah bebas, ia kembali beraksi dengan menyasar pegawai rumah sakit bernama Sari. Ia berkenalan dengan korban melalui sebuah aplikasi media sosial dengan nama Adi Frastiyo, dan lanjut berkomunikasi.

Dengan mengaku sebagai polisi, ia pun berhasil memikat korban dan mau diajak bertemu. Agar korban tak curiga, ia pun mau diajak ke rumahnya dan dikenalkan dengan orang tua korban.

”Usai berkenalan dengan orang tua korban, tersangka izin pamit untuk beli bakso. Kemudian dibawa ke Tegal dengan alasan mau dikenalkan ke orang tuanya,” kata Kapolres Pemalang AKBP Kristanto Yoga Darmawan.

Saat berada di Terminal Pemalang, tersangka meminta HP milik korban dengan alasan banyak copet. Namun ternyata HP itu dijual oleh tersangka.

Sesampainya di Tegal, korban tak diajak bertemu dengan orang tuanya. Mereka justru menginap di salah satu hotel.

“Tersangka kemudian mengajak korban ke Bandung naik bus pada keesokan harinya. Sesampainya di Bandung keduanya kembali menginap di hotel,” ujarnya.

Di tempat ini, tersangka meminta semua perhiasan korban, dan lalu menjualnya tanpa sepengetahuan Sari. Uang itu digunakan untuk membiayai kebutuhan hidup keduanya.

Setelah dua hari berada di Bandung, keduanya pergi ke rumah salah satu kerabat tersangka di Indramayu. Di tempat ini, korban seolah disekap dan tak boleh keluar rumah untuk bersosialisasi dengan tetangga di lingkungan sekitar.

Menghilangnya Sari secara tiba-tiba itu kemudian membuat pihak keluarga gusar. Kasusnya kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian. Kasus ini pun sempat viral di media sosial.

Kristanto menyebut, kasus ini terungkap setelah pihaknya pengembangan atas kasus penipuan dan penggelapan yang dialami oleh warga Purwakarta. Ia merupakan salah perempuan yang juga diperdayai oleh tersangka dan sempat diajak bermalam di Pemalang.

“Hasil pengembangan kasus tersebut, Polres Pemalang berhasil meringkus tersangka karena ternyata korban juga pernah diajak tersangka ke Indramayu,” terangnya.

Tersangka kini dijerat pasal 328 KUHP atas kasus penculikan dengan ancaman hukuman kurungan maksimal 12 tahun.

“Untuk kasus penipuan dan penggelapan, tersangka dikenakan pasal 372 dan 378 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal lima tahun,” ungkapnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.