Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ganjar Resmikan Sekolah Tahan Gempa Bantuan Warga Jateng di Donggala

0 55

MURIANEWS.com, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Rabu (18/9/2019) meresmikan gedung sekolah tahan gempa di Donggala. Gedung ini akan digunakan untuk siswa SDN 20 Tondo Sirenja Donggala, yang bangunan sekolahnya ambruk diterjang gempa dan tsunami pada 28 September 2018 silam.

Saat bencana itu melanda, ratusan ribu warga mengungsi, puluhan ribu rumah rusak dan ratusan sekolah ambruk tidak bisa difungsikan, termasuk SDN 20 Tondo. Kini bangunan sekolah itu telah dibangun kembali dengan struktur yang bisa tahan terhadap goncangan gempa bumi.

Pembangunan sekolah tahan gempa ini merupakan bantuan dari warga Jawa Tengah yang bekerja sama dengan Keluarga Alumni UGM (Kagama) dan Fakultas Teknik UGM. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan bangunan sekolah tersebut menggunakan sistem RISBA atau Rumah Instan Rangka Baja sehingga bisa tahan terhadap gempa.

“Inilah rasa cinta antar anak bangsa. Sakitnya Donggala, Palu adalah sakitnya kita semua. Investasi inilah yang tidak boleh putus, pendidikan dan persaudaraan,” kata Ganjar saat dihubungi dari Semarang.

Sekolah tahan gempa ini dibangun dengan enam kelas plus ruang kantor, laboratorium, musala dan tiga toilet.

Tak hanya bangunannya saja yang tahan gempa, mebeler untuk kebutuhan belajar mengajar seperti meja juga dirancang tahan gempa. Meja belajar itu mempunyai kolong yang bisa digunakan untuk berlindung siswa saat gempa terjadi.

“Kelebihannya selain tahan gempa, mudah dan cepat dibuat karena struktur rangka baja,” ujarnya.

Ganjar pun berharap ketersediaan fasilitas tahan bencana tersebut juga diimbangi dengan kemampuan SDM.

“Kita harapkan mereka melatih siswa pengurangan risiko bencana, kalau gempa apa yang mesti apa yang dilakukan,” katanya.

Wali (9) salah satu siswa kelas 4 SD tersebut mengaku senang sekolahnya bisa berdiri lagi. Ia bersama teman-temannya dan Ganjar Pranowo pun sempat mencoba menggunakan kolong meja, mensimulasikan jika terjadi bencana.

“Ini sudah dibangun lagi. Semoga tidak ambruk dan tidak ada gempa dan tsunami,” kata Wali. (lhr)

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.