Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Warga Nyamuk dan Parang Girang Diberi Kapal Transportasi Baru

MURIANEWS.com, Jepara – Masyarakat Desa Nyamuk dan Parang di Karimunjawa menyambut gembira keberadaan KM Banawa Nusantara 98. Kapal yang akan digunakan untuk melayari jalur Karimunjawa-Parang-Nyamuk PP tersebut diyakini akan memberi kemudahan bagi mereka.

Petinggi Desa Nyamuk, Sudarto menyebut masalah transportasi selama ini masih menjadi kendala bagi masyarakatnya. Masalah transportasi yang belum optimal memberi dampak bagi akses kehidupan masyarakatnya.

Karena itu pihaknya berharap, kapal ini bisa segera dioperasikan. Sejauh ini pihaknya belum tahu kapan akan beroperasi secara resmi mengingat belum ada kejelasan mengenai pengelolaan kapal ini.

“Senang sekali tentu saja. Dengan demikian kami bisa memiliki akses transportasi yang bisa diharapkan. Meski sejauh ini belum jelas bagaimana dan kapan pengelolaanya diterapkan. Tapi sejauh ini kamu sudah merasa senang,” ujar Sudarto, saat menghadiri launching kapal bantuan Kemenhub itu di Jepara, Selasa (17/9/2019).

Hal yang sama disampaikan oleh Petinggi Desa Parang Moh Zainal Arifin dalam kesempatan yang sama. Masalah transportasi di Parang juga sama berdampak bagi masyarakatnya. Dengan adanya kapal ini pihaknya berharap ada dampak besar bagi kehidupan masyarakatnya.

Terpisah, Kabid Perhubungan Laut Dishub Jepara Suroto menyatakan sampai saat ini pihaknya belum mengetahui bagaimana pengelolaan KM Banawa Nusantara 98. Masalah ini masih akan dibahas oleh pihak-pihak terkait.

Namun yang pasti KM Banawa Nusantara 98 sudah diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Jepara. Nantinya operasional kapal ini tentu saja akan menjadi tanggung jawab Pemkab Jepara. Mengenai hal ini masih akan dibahas lebih lanjut bagaimana  konsep pengelolaannya.

“Bisa saja nanti pada 2020 operasional kapal ini baru akan ada titik temunya. Apakah di kerjasamakan dengan pihak ketiga atau dibentuk lembaga tersendiri. Semua masih akan dibahas,” jelas Suroto.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...