Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemkab Kudus Janji Permudah Perizinan di Kota Kretek

0 62

MURIANEWS.com, Kudus – Pemerintah Kabupaten Kudus menyambut baik seminar nasional yang bertajuk Kudus ramah investasi. Apalagi, pemkab Kudus sudah memberikan kemudahan untuk pelayanan perizinan.

Pernyataan itu diungkapkan oleh Plt Bupati Kudus HM Hartopo saat menghadiri Muskab ke-VI Apindo Kudus di Hotel Griptha Kudus, Selasa (17/9/2019). Menurutnya, kemudahan untuk berinvestasi di Kota Kretek sudah dibuka lebar-lebar.

“Ini kami beri kemudahan dengan memberikan kesempatan untuk investor menanamkan modalnya untuk memanfaatkan potensi yang ada di Kudus,” ungkapnya.

Ia mengatakan, ada beberapa kebijakan dari pemerintah Kabupaten Kudus untuk memberikan kemudahan perizinan. Pertama melalui kebijakan peraturan daerah nomor 3 tahun 2017 tentang penanaman modal. Kebijakan ini dirasa untuk mempermudahan regulasi perizinan.

“Kemudian kami juga tengah menyusun ranperda rencana umum penanaman modal. Kemudian perizinan secara elektronik atau OSS. Ini semua untuk memberikan kemudahan melalui infromasi terpadu secara online kepada investor,” lanjutnya.

Tak hanya itu, pembayaran retribusi juga akan dilakukan secara online. Kemudian perizinan usaha sudah melalui satu pintu yakni DPMTSP Kabupaten Kudus. “Percepatan dengan kebijakan tersebut kami rasa segala kesulitan akan terselesaikan,” katanya.

Terkait dengan keterbatasan lahan, pemkab Kudus juga tengah menggodok revisi perda RTRW. Karena saat ini di sektor pertanian mencapai 59,58 persen atau 25.334 dari luas Kudus yang hanya 42.216 hektare. Sehingga tidak cukup ruang untuk pengembang industri di Kudus. Padahal lahan pertanian yang produktif 17 ribu hektare.

“Oleh karenanya, kami mengajukan kepada pemerintah pusat dan Pemprov Jateng, terhadap lahan pertanian agar ada pengurangan untuk industri sebagai dasar revisi perda tentang RTRW,” bebernya.

“Meskipun demikian, kami pastikan tidak akan mengurangi lahan pertanian produktif. Sehingga tidak merugikan petani,” tandasnya.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.