Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Cukai Naik 23 Persen, Perusahaan Rokok Skala Kecil di Kudus Menjerit

0 337

MURIANEWS.com, Kudus –  Naiknya tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) atau cukai rokok sebesar 23 persen dan Harga Jual Eceran (HJE) rokok sebesar 35 persen membuat beberapa perusahaan rokok dengan skala kecil menengah di Kota Kretek menjerit. Salah satunya adalah PR Kembang Arum, Kudus.

Endang Ekowati, owner PR Kembang Arum mengaku khawatir terhadap reaksi pasar jika nantinya harga rokok yang mau tidak mau harus dinaikkan. Walaupun, ia mengakui persoalan rokok kembali ke selera pasar masing-masing.

“Mau tidak mau harganya harus naik,” katanya, Selasa (17/9/2019).

Selain reaksi pasar, perempuan yang akrab disapa Bu Ninik itu khawatir keputusan pemerintah tersebut akan berakibat pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan. Terlebih lagi pada karyawan borong lepas yang selama ini bekerja.

“Saya sebenarnya tidak tega jika nantinya harus mengambil langkah tersebut,” ucapnya lirih.

“Beberapa bulan ini kami juga tidak bisa memproduksi secara utuh, karena pasar juga sedang lesu,”  lanjutnya.

Meski begitu, ia memastikan keputusan PHK akan diambil jika keadaan dirasa sudah tidak memungkinkan lagi. Saat ini, ia pun mengakui perusahaannya tengah berjuang mati-matian bersaing di pasar konsumen bersama perusahaan yang lebih besar lainnya.

“Kami sudah bertahan selama mungkin, dengan sekitar 80 sampai 100 karyawan borong lepas,” katanya.

Masukan serta harapan pada pihak-pihak terkait pun diutarakan Ninik. Ia berharap setidaknya ada aspirasi dari para pengusaha rokok, baik skala besar maupun skala kecil menengah untuk sedikit didengar para pemegang kebijakan.

“Saya kira kami kurang dilibatkan dalam pengambilan kebijakan yang seperti ini,” akunya.

Ninik juga berharap pemerintah punya solusi ataupun cara lain supaya tidak ada lagi pekerja atau buruh rokok yang di PHK  karena terkena dampak dari naiknya pita cukai yang kian hari kian melejit.

“Pikirkan juga pekerja yang berada di sebuah perusahaan rokok yang seperti kami, mereka bisa saja kehilangan pekerjaan jika kami tidak bisa bertahan di industri ini lagi,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.