Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

13 Haji dari Jateng Masih Tertinggal di Arab Saudi, Salah Satunya dari Pati

0 192

MURIANEWS.com, Boyolali – Prosesi ibadah haji di Tanah Suci sudah rampung. Namun hingga kini masih ada sebanyak 13 haji dari Jawa Tengah yang tertinggal di Arab Saudi.

Mereka belum bisa dipulangkan karena sakit dan dirawat di sejumlah rumah sakit di negara tersebut.

Kepala Sub Bagian Penerangan, Humas dan Protokol Panitia Penyelanggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surakarta Agus Widakdo mengatakan, Senin (16/9/2019) mengatakan, mereka akan diterbangkan ke Tanah Air menggunakan pesawat reguler.

“Karena kegiatan ibadah haji sudah selesasi, mereka yang tertinggal di Arab Saudi karena sakit akan dipulangkan dengan pesawat terbang reguler,” katanya dilansir dari Antara.

Dari 13 haji yang tertinggal itu, salah satunya jemaah haji asal Kabupaten Pati. Yakni Sulastri Kholil Maksum (68). Perempuan yang awalnya tergabung dalam Kloter 58 ini kini dirawat di RS King Fahad Medinah.

Haji lain asal Jateng yang masih berada di Tanah Suci yakni Padchurrodji Romli Mucharar (82) tergabung kloter 9 asal Klaten dirawat di RS King Abdullah Jedah; Kusnijati Rapian Sakib (61) kloter 48 asal Kota Tegal di RS King Abdullah Jedah; Dachri Warmo Umar (72), kloter 51 (Pemalang) di RS Hamid Sulaiman Al Ahmadi Hospital Medinah; Hanief Hardyanto Makmoer (80) kloter72 (Banjarnegara) di RS Uhud Medinah; Kirsanto Sanrusdi Tirtadinala (65) kloter 72 (Purbalingga) di RS King Abdullah Mekah.

Haji selanjutnya yang masih dirawat di Arab Saudi yakni Tuti Urwesi Sudiwiyoto (57) kloter74 asal Kabupaten Banjarnegara di RS Al Noer Mekah; Rasem Sudirjo Partadikrama (56) kloter 74 (Banjarnegara) di RS Al Noer Mekah.

Kemudian, Munir Ghozali Muhamad (61) kloter 75 (Cilacap) di RS King Faisal (Syisha) Mekah; Samen Madrakis Mulya M (88) kloter 75 (Cilacap) di RS King Abdul Aziz (Al Zahir) Mekah; Khaeron Sumarto Kromo (80) kloter 89 (Kendal), di RS King Abdul Aziz (Al Zahir) Mekah; Suyono Marto Suradi (89) kloter 96 (Karanganyar) di RS King Abdul Aziz (Al Zahir) Mekah; Rofikudin Hatami Ismail (74) kloter 97 (Sleman) di RS Al Noer Mekah.

Agus menyebut, kegiatan pemulangan jemaah haji selesai pada kloter 97 atau kloter terakhir pada Minggu (15/9/2019) petang. Sehingga haji yang masih tertinggal di Tanah Suci akan dipulangkan ke Tanah Air dengan pesawat terbang biasa.

Namun, kata dia, haji yang bersangkutan tersebut harus mendapat rekomendasi dari tim dokter yang menangani. Bila haji yang bersangkutan sudah dinyatakan layak untuk terbang oleh tim dokter langsung dipulangkan ke daerah asal.

“Soal biaya haji yang masih tertinggal di Arab Saudi semuanya biaya ditanggung negara hingga kepulangannya ke daerah asal,” ujarnya.

Total jemaah haji yang sudah dipulangkan sebanyak sebanyak 34.675 orang dari 97 kloter. Sementara jemaah yang berangkat tercatat sebanyak 34.675 orang. “Sehingga ada selisih 81 orang,” katanya.

Menurut dia, selisih sebanyak 81 haji tersebut terdiri atas meninggal dunia di Tanah Suci sebanyak 67 orang, 13 orang tertinggal karena sakit, dan satu orang dipulangkan dengan pesawat terbang reguler, sehingga totalnya cocok 34.756 orang.

“Jumlah haji Debarkasi Surakarta yang meninggal di Tanah Suci penyelenggaraan tahun ini 67 orang ditambah satu orang di asrama haji Donohudan. Jumlah ini menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya, pada 2017 sebanyak 106 orang, dan 2018 ada 75 orang,” pungkasnya.

 

Penulis: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha
Sumber: Antara

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.